Rabu, 07 Mei 2014

Putin Mendadak Perintahkan Militer Rusia Latihan Dekat Ukrania

Putin Mendadak Perintahkan Militer Rusia Latihan Dekat Ukrania
Foto-foto Vladimir Putin dengan pose topless (telanjang dada).
 TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (26/2/2014), memerintahkan latihan perang untuk menguji kesiapan perang angkatan perang Rusia yang ditempatkan di wilayah barat negeri itu, termasuk di kawasan yang berbatasan dengan Ukraina.
"Panglima tertinggi memerintahkan latihan untuk melihat kesiapan kapabilitas pasukan untuk menghadapi situasi krisis," kata Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu seperti dikutip kantor berita Interfax.
Latihan itu melibatkan prajurit angkatan darat, laut dan udara yang berbasis di distrik militer barat, sebuah daerah luas yang berbatasan dengan Ukraina, Belarus, republik-republik Baltik, Finlandia dan Antartika.
Latihan militer untuk memeriksa kesiapan angkatan bersenjata ini akan digelar hingga 3 Maret mendatang.
Latihan yang tak direncanakan sebelumnya ini, muncul di tengah kisruh politik yang terjadi di Ukraina yang berujung pencopotan Vitor Yanukovych yang pro-Rusia dari jabatan presiden.
Kejatuhan Yanukovych ini menimbulkan sentimen separatisme terutama di kawasan dengan penduduk yang menggunakan bahasa Rusia yaitu di Semenanjung Krimea.
Tahun lalu, Putin juga memerintahkan latihan mendadak seperti ini, namun saat itu Putin mengatakan latihan militer mendadak harus menjdi sebuah kegiatan rutin angkatan bersenjata.
Dalam latihan yang digelar pada Juli tahun lalu, diikuti sebanyak 80.000 prajurit di kawasan timur jauh Rusia. Latihan itu menjadi sebuah latihan terbesar yang dilakukan Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991.

TNI AD: 103 Tank Leopard Bakal Disebar Ke 5 Wilayah

TNI AD: 103 Tank Leopard Bakal Disebar Ke 5 Wilayah
Tank Leopard yang baru saja memperkuat TNI AD mengikuti defile saat gladi resik upacara HUT ke-68 TNI di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/10/2013). Upacara HUT TNI pada Sabtu (5/10) akan dihadiri oleh presiden RI. (Warta Kota/alex suban)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA Markas Besar TNI Angkatan Darat menanggapi komentar mantan Presiden BJ Habibie soal pembelian Tank Leopard oleh Kementerian Pertahanan yang dinilai tidak efisien.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Andika Perkasa menjelaskan, pemerintah membeli 103 unit Tank Leopard untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Darat di lima wilayah. Dari kebutuhan 103 garasi Tank Leopard, 82 di antaranya sudah selesai dibangun di berbagai lokasi itu.
Menurutnya, sisa tank akan diselesaikan pada 2014. Adapun peruntukan 103 tank itu untuk melengkapi alutsista di lima wilayah, yakni:
- Batalyon Kavaleri 1 Kostrad, Cijantung (total 41);
* 13 Leopard 2A4.
* 28 Leopard 2 RI.
- Batalyon Kavaleri 8 Kostrad, Pasuruan (total 41):
* 28 Leopard 2A4.
* 13 Leopard 2 RI.
- Pusat Pendidikan Kavaleri, Padalarang (total 4):
* 3 Leopard 2 RI.
* 1 Leopard 2A4.
- Kompi Kavaleri CAMB, Sentul (total 13) :
* 13 Leopard 2 RI.
- Kompi Kavaleri Pusat Latihan Pertempuran, Baturaja (total 4) :
* 4 Leopard 2 RI.
Diberitakan sebelumnya, Habibie mengkritik keputusan Kementerian Pertahanan membeli tank Leopard. Menurut dia, tank Leopard tak cocok sebagai alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia.
"Kita impor tank Leopard itu untuk apa? Itu kan untuk negara padang pasir, bukan negara maritim," kata Habibie di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2014) silam.
"Skenario perang berubah. Sekarang pembuat tank itu mencari orang yang mau bayar besi tuanya. Pakai dong otaknya," tambahnya.

Ingin Mandiri, TNI AD Kembangkan 15 Alutsista Sendiri

Ingin Mandiri, TNI AD Kembangkan 15 Alutsista Sendiri
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebagai salah satu tumpuan digaris depan, TNI Angkatan Darat (AD) berusaha mengembangkan alat utama sistem pertahanan (alutsista). Selain tak ingi bergantung dengan negara lain, hal itu juga dapat mengirit keuangan negara.
Kepala Staf TNI AD Jenderal Budiman menyebutkan, riset yang dilakukan TNI AD bersama Universitas Surya itu meliputi nano satellite, gyrocopter, UAV (Unmananned Aerial Vehicles) autopilot atau pesawat tanpa awak (drone), simulasi tembak laser, dan GPS Tracking System APRS (Automatic Package Reporting System).
"6 Bulan lalu saya pernah berjanji, bahwa AD akan riset berbagai peralatan dalam rangka meningkatkan alutsista. Ini untuk kemandirian bangsa," kata Budiman di Mabes AD, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014).
Dirinya menjelaskan, selain harga yang miring, keuntungan lainnya adalah meminimalkan kemungkinan penyadapan terhadap alutsista tersebut. Pengembangan teknologi Indonesia ini juga dapat menghindari pembelian peralatan yang mungkin berkualitas lebih rendah dari harga sebenarnya.
"Resiko kalau kita beli di luar, pasti alat terhebatnya dipakai sendiri, layer kedua dia berikan kepada sekutunya, dan layer ketiga baru diberikan kepada kita," jelasnya.
Berikut teknologi alutsista yang dipamerkan TNI AD hari ini.
1. Pusat Penerbangan Angkatan Darat: Gyrocopter
2. Direktorat Perhubungan Angkatan Darat: nano satelit, open BTS, mesh networking communication system, radio VHF produk PT CMI Teknologi, dan battle management system
3. Direktorat Peralatan Angkatan Darat: konversi BBM ke BBG, simulasi modifikasi mobil tempur anti panas, simulasi senjata anti panas
4. Direktorat Perbekalan dan Angkutan Angkatan Darat melaksanakan kegiatan litbang energi mandiri
5. Direktorat Topografi Angkatan Darat: GPS Tracking System Automatic Package Reporting System, multirotor, dan flapping wing air vehicle
6. Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat: Unmanned Aerial Vehicles (UAV) autopilot, simulasi menembak laser gun, dan integrated optronics defence system
7. Dinas Informasi dan Pengolahan Data: migrasi jaringan IPV 4 ke IPV 6.
8. Direktorad Zeni Angkatan Darat: jammer perusak sinyal, penyala ledakan fungsi ganda, alat koreksi perkenaan senapan lapangan, aplikasi Garjas dan pola hidup sehat, serta alat pengendali senjata jarak jauh.

Anggota TNI Tewas Saat Latihan Paramotor di Ancol

Anggota TNI Tewas Saat Latihan Paramotor di Ancol
Seorang atlet paramotor peserta Bali Air Show 2014, sedang bersiap untuk takeoff, Minggu (23/2) Powered by Telkomsel BlackBerry®
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kegiatan TNI Angkatan Darat di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (29/4/2014), menelan korban jiwa. Seorang anggota TNI tewas usai jatuh dari ketinggian 20 meter saat menggelar latihan paramotor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunnews.com, peserta latihan adalah Komantan Distrik Militer 0318 Natuna, Letnan Kolonel Infanteri Hendra Heryana; pelatih Pujo dan Budi yang mempersiapkan parasut. Latihan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.
Kecelakaan terjadi pada pukul 12.30 WIB. Saat itu, payung paramotor tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan Letkol Infanteri Hendra terempas dari ketinggian 20 meter. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Koja. Sekitar pukul 14.00 WIB, korban tiba di RS untuk penanganan medis.
Sekitar pukul 16.00 WIB, korban dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Malang, korban meninggal dalam perjalanan. Jenazah disemayamkan di RSCM dan dibawa ke rumah duka di Jalan Kramat Sentiong V/E134 Jakarta Pusat.

Kapal Komando Buatan TNI AD Mampu Meyaingi Buatan Eropa

Kapal Komando Buatan TNI AD Mampu Meyaingi Buatan Eropa
Kapal TNI yang rencananya diupgrade sehingga memiliki kecepatan maksimal 30 knot
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA   Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman menyebutkan, pihaknya menggelontorkan dana sekitar Rp 12 miliar untuk riset dan membangun Kapal Motor Cepat (KCM) Komando.

Menurutnya, dengan kapal sejenis yang dijual Finlandia harganya mencapai dua kali lipat atau Rp 24 miliar.

"Biayanya Rp12 miliar dari mulai riset hingga pemasangan senjatannya," kata Budiman dalam peluncuran KMC Komando, di Pantai ABC Ancol, Jakarta Utara, Selasa (29/4/2014).

Budiman menjelaskan, dengan spesifikasi yang sama dirinya mengklaim kapal buatan TNI AD mampu meyaingi negara di Eropa tersebut.
Menurutnya, saat ini TNI AD sedang menggarap 10 unit KMC Komando. Dua unit hasil pesanan 2013 telah selesai dan diuji coba tadi pagi. Sementara itu, delapan unit akan hadir pada tahun ini.

"Mudah-mudahan Juni selesai," ujarnya.

Budiman pun mengaku puas dengan performa yang ditunjukan oleh KMC Komando pada uji coba tadi pagi.

"Hasilnya sangat memuaskan. Kecepatan tinggi bisa tepat sasaran. Hasilnya sangat bagus," katanya.

Diketahui hari ini TNI AD melakukan uji coba peluncuran KCM. Selain mampu bermanuver dengan lihai di atas air, alat utama sistem senjatanya (alutsista) mampu menembakan peluru dengan akurasi yang tinggi walau sedang dalam kecepatan maksimal.

TNI AD Demonstrasi Tembak Kapal Motor Cepat Komando di Ancol


 TNI AD Demonstrasi Tembak Kapal Motor Cepat Komando di Ancol

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman meluncurkan Kapal Motor Cepat (KMC) Komando yang merupakan hasil riset dan rancang bangun personel TNI AD menggandeng tenaga ahli di Pantai ABC Ancol, Jakarta Utara, Selasa (29/4/2014).
Budiman menjelaskan, uji coba kapal yang diklaim mampu beroperasi di daerah rawa, laut, sungai dan pantai itu mampu mengangkut 31 penumpang dan tiga anak buah kapal (ABK). "Dengan modernisasi alat ini, saya harapkan para prajurit dapat semakin tangguh di berbagai bidang medan tempur," kata Budiman kepada wartawan, Selasa (29/4/2014) pagi.
Budiman menegaskan, kapal ciptaan dalam negeri itu digarap dengan harga Rp12 miliar. Setengah dari harga jika TNI AD membeli dari negara lain. Budiman menuturkan, pihaknya telah menciptakan 10 unit KMC Komando. Biaya yang dihabiskan per unitnya mencapai Rp12 Miliar. Biaya itu sudah termasuk biaya riset hingga biaya produksi kapal tersebut.
KMC 'Komando' ini memiliki berbagai kemampuan yang mumpuni. Ia dapat dioperasikan di daerah rawa, laut, sungai, dan pantai. Kapal ini juga mampu digunakan untuk pendaratkan pasukan di pantai. Kapal dengan cat hijau itu juga mampu berlayar terus menerus sejauh 250 Nautical Mile.
Selain demonstrasi KMC, pada kesempatan ini TNI AD juga memamerkan peralatan hasil riset litbang seperti UAV/Super Drone, Senjata Laser, Integrated Optronic Defence System, Gyrocopter, Multi Rotor, Flapping Bird.
Sedangkan untuk materi alat utama perbekalan dan angkutan seperti LCU dan uji coba penembakan dengan Remote Weapone Station (RWS).

Panglima TNI Buka Latgab Pengamanan Perbatasan Laut Indonesia-Malaysia

Panglima TNI Buka Latgab Pengamanan Perbatasan Laut Indonesia-Malaysia
Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko membuka Latihan Operasi Gabungan Pengamanan Perbatasan Laut Indonesia dan Malaysia melalui teleconference, di ruang Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) Mabes TNI Cilangkap, Rabu (7/5/2014).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAPanglima TNI Jenderal TNI Moeldoko membuka Latihan Operasi Gabungan Pengamanan Perbatasan Laut Indonesia dan Malaysia melalui
teleconference, di ruang Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) Mabes TNI Cilangkap, Rabu (7/5/2014).

Melalui teleconference tersebut, Pangarmatim Laksda TNI Agung Pramono, selaku Komando Pengendalian Operasi Pangkogasgab Ambalat, melaporkan tentang tugas pokok yang dilaksanakan Komando Tugas Gabungan Ambalat.
Yaitu melaksanakan operasi pengamanan perbatasan wilayah laut dan udara serta operasi lawan udara ofensif dan operasi dukungan udara di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia selama tahun 2014, di sekitar perairan Karang Unarang, Blok Ambalat, Laut Sulawesi.

Lebih lanjut dikatakan, Komando Tugas Gabungan Ambalat dipimpin oleh Pangkogasgab sedangkan Wapangkogasgab adalah Pangkosek Hanudnas II. Dalam melaksanakan tugasnya Pangkogasgab dibantu oleh 4 (empat) orang asisten, terdiri dari Asintel Pangkogasgab yang dijabat Asintel Pangarmatim, Asops Pangkogasgab dijabat oleh Asops Pangarmatim, Asminlog Pangkogasgab dijabat oleh Aslog Kaskoopsau II dan Askomlek dijabat oleh Askomlek Pangkosek Hanudnas II.

Dalam melaksanakan fungsi Komando di lapangan, Pangkogasgab Ambalat membawahi Komando Tugas Laut yang dijabat oleh Danguspurlatim sebagai Dankogasla dan Komando Tugas Udara yang dijabat oleh Danlanud Hasanuddin sebagai Dankogasud.
Komando Tugas Laut membawahi Satgasla yang terdiri dari KRI dan pesawat udara, sementara Dansatgasduk terdiri dari Pangkalan dan Marinir sedangkan Komando Tugas Udara membawahi Satgaspur, Satgas Dukpur, Satgas Hanud, Satgas Paskhas dan Satgas Info.

Jenderal TNI Moeldoko dalam teleconferencenya menyampaikan, apabila Pangkogabwilhan atau Kogabwilhan sudah ada maka operasi gardu perbatasan yang dijalankan oleh Pangdam VII/Wirabuana dan Pangdam VI/Mulawarman maka operasi laut dan udara pada akhirnya akan dibawah kendali Pangkogabwilhan.
"Untuk itu, ini adalah sebuah embrio yang sangat baik yang akan diproyeksikan pada operasi ke depan," kata Moeldoko, Rabu (7/5/2014).

Kedua, Moeldoko menekankan dan memerintahkan kepada seluruh jajaran agar mentaati asas komando dan pengendalian serta tidak ada yang melakukan kegiatan tanpa atau diluar komando pengendalian Pangkogasgab.
Ketiga, Panglima TNI mengatakan ke seluruh jajaran bahwa deterent factor hanya akan bisa dibangun atas dasar munculnya kewibawaan, baik kewibawaan di darat, laut maupun udara.

"Operasi ini harus sungguh-sungguh memberikan deterent effect yang luar biasa, saya tidak menginginkan operasi berjalan apa adanya dan operasi ini harus sungguh -sungguh serta bisa memberikan deterent effect yang luar biasa," kata Panglima TNI.

Lebih lanjut Moeldoko memerintahkan, agar Pangkogasgab memiliki buku besar yang berisi tentang hasil-hasil evaluasi latihan hari perhari dan diadakan pencatatan dengan baik.
"Karena ini nantinya akan menjadi dokumen yang sangat bagus untuk digunakan pada generasi penerus di dalam menjalankan tugasnya kedepan, sehingga tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sama dengan yang kita lakukan dan kita harus memberikan learning organization pada bawahan kita dengan baik," ujarnya.
Dalam acara ini Panglima TNI didampingi didampingi Irjen (Inspektur Jenderal) TNI Letjen TNI Geerhan Lantara, Asops (Asisten Operasi) Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan, Asrenum (Asisten Perencanaan Umum) Panglima TNI Mayjen TNI Muktiyanto, Askomlek (Asisten Komunikasi dan Elektronika) Panglima TNI Mayjen Bambang Agus Margono dan Kapuspen (Kepala Pusat Penerangan) TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya.

Kehebatan Para Perempuan yang Bergabung di Korps Angkatan Laut

Kehebatan Para Perempuan yang Bergabung di Korps Angkatan Laut - BRT_03.jpg


Senin, 6 Januari 2014 17:32 WIB
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara militer Peringatan HUT ke-51 Kowal (Korps Wanita Angkatan Laut) di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/1/2014).

Dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com, menurut Kasal, dalam perjalanan dan pengabdiannya sebagai prajurit hingga mencapai usia 51 tahun, Kowal telah  membuktikan kiprahnya dengan baik dalam melaksanakan tugas di staf maupun di medan operasi. Hal tersebut diaplikasikan, antara lain dengan keikutsertaan Kowal dalam misi perdamaian dunia yang tergabung dalam Pasukan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) dan MONUC (Mission the I’organisation des Nations Unies en Congo).

Pada bidang olahraga, Kowal ikut berpartisipasi dalam event kejuaraan Terjun Payung Olimpiade Militer Dunia ke-5 di Rio de Janeiro Brasil, kejuaraan Taekwondo Olimpiade Militer (CISM) di Vietnam, Sea Games Futsal di Myanmar, dan meraih medali emas pada Kejuaraan Dayung di Bali, Pekan Baru dan Tanjung Pinang, serta meraih prestasi sebagai juara 3 Kempo Randori Putri di PON ke-17 Kalimantan Timur dan meraih juara 2 kejuaraan Bola Volly  di Kejurnas Bali.

“Hal tersebut merupakan salah satu bentuk konstribusi positif Kowal dalam pengabdiannya kepada TNI Angkatan Laut, bangsa dan negara”, tegas Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio. Kowal sendiri genap berusia 51 tahun pada 5 Januari 2014, dan pada tahun ini peringatan  HUT Kowal mengangkat tema  “Dengan Semangat Kebersamaan Kita Tingkatkan Kualitas Pembinaan Personel Kowal, Guna Meningkatkan Profesionalisme Prajurit Berkelas Dunia”.

Selain melaksanakan upacara yang menjadi puncak peringatan HUT ke-51 Kowal, telah dilaksanakan juga berbagai rangkaian kegiatan yaitu, ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada 19 Desember, yang melibatkan 300 personel Kowal se-wilayah Jakarta, serta dilaksanakan juga kegiatan olahraga bersama yang dipimpin langsung oleh Kasal bertempat di Gedung Serba Guna Mabesal pada 31 Desember 2013 dengan melibatkan 700 personel Kowal.

Upacara militer sebagai puncak kegiatan HUT Kowal diselenggarakan dengan tujuan untuk mengenang kembali sejarah kelahiran Kowal pada tanggal 5 Januari 1963, sekaligus sebagai momentum yang tepat untuk menggelorakan tekad dan semangat serta cita-cita luhur wanita Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penganugerahan tanda jasa kepada personel Kowal yang telah memberikan dedikasi luar biasa kepada bangsa dan negara, yaitu kepada Mayor Laut (KH/W) Riana Dewi Mariana, S.Pd menerima Satya Lencana Santi Dharma karena dedikasinya yang telah bergabung dengan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), dan penerima Satya Lencana Wira Nusa Sertu PDK/W Maria De Fatima karena dedikasinya yang telah bertugas di wilayah pulau terluar.

Bertindak sebagai Komandan Upacara pada Peringatan HUT ke-51 Kowal tahun 2014, yaitu Letkol Laut (S/W) Erna Fauziah, S.E., yang sehari-harinya berdinas di Dinas Keuangan Angkatan Laut (Diskual). Upacara tersebut melibatkan  600  prajurit Kowal, yang dibagi dalam dua batalyon pasukan, terdiri dari dua kompi Perwira Menengah, satu kompi Perwira Pertama, satu kompi Bintara Tinggi, dan empat kompi Bintara.

Seusai upacara dilanjutkan dengan acara syukuran dan ramah tamah yang di meriahkan diantaranya oleh lagu-lagu daerah, Standing Up Comedy Mudy Taylor, dan tarian nusantara. Dalam kesempatan tersebut Kasal  memberikan penghargaan kepada perwakilan atlet TNI AL yang berprestasi dan tali asih kepada beberapa mantan Kowal.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Ketua Umum Jalasenastri Ny. Penny Marsetio selaku Ibu Catraratnanggadi Jalakanyasena, para Pangkotama Wilayah Barat, Pejabat Teras Mabesal, dan Pengurus Pusat Jalasenastri.



Tentara Nasional Indonesia Ada Apa Jenderal Asal Italia Kunjungi Personel TNI di Lebanon?



 TRIBUNNEWS.COM - Force Commander UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) Mayor Jenderal Paolo Serra yang berasal dari negara Italia bersama lima orang stafnya, mengunjungi Satuan Tugas Indonesian Battalion (Satgas Indobatt) Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL di UN Posn 7-1, Desa Adshid al-Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (21/11/2013).
 Dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com, Jumat (22/11/2013), kedatangan Jenderal Italia dan rombongan yang menggunakan pesawat heli jenis Bell dan mendarat di Helipad Mako Indobatt tepat pukul 10.00 waktu Lebanon, diterima oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Indobatt Letkol Inf Lucky Avianto beserta Wadansatgas Mayor Inf Pio L. Nainggolan dan para Komandan Kompi. Selanjutnya, menerima paparan singkat dari Dansatgas Indobatt tentang sejauhmana keberadaan dan peran Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL dalam mengemban Misi Perdamaian di Lebanon.
Dalam kesempatan tersebut, Force Commander Mayor Jenderal Paolo Serra menyampaikan bahwa ia selalu mengamati tentang perkembangan Satgas Indobatt yang berada di Sektor Timur UNIFIL dan merasa senang akan keberadaan Prajurit TNI yang tergabung dalam Peacekeepers-UNIFIL. “Satgas Indobatt tidak hanya mampu bertindak sebagai Peacekeepers melainkan juga Kontingen yang handal, hal tersebut terbukti dari beberapa kejuaran yang digelar oleh UNIFIL dan Indobatt lah sebagai juara umumnya”, ujarnya.

Usai menerima paparan, Jenderal Italia dan rombongan menuju Lapangan Sukarno Markas Indobatt, untuk melihat secara langsung Alutsista yang dimiliki Satgas Indobatt. Menurutnya, Indonesia yang bisa memproduksi Ranpur Jenis Anoa dan Senjata melalui PT. Pindad, keberadaannya tentu tidak bisa dilihat sebelah mata. “Saya merasa kagum, apa yang dimiliki Satgas Indobatt sekarang ini sudah merupakan standar dalam melaksanakan Misi Perdamaian”, kata Force Commander.

Diakhir kunjungannya, Force Commander UNIFIL Mayor Jenderal Paolo Serra dan Komandan Satgas Indobatt saling bertukar cinderamata, serta foto bersama.

Prajurit Perdamaian TNI dan Tentara Perancis Gelar Latihan Menembak di Lebanon

 Prajurit Perdamaian TNI dan Tentara Perancis Gelar Latihan Menembak di Lebanon


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indobatt (Indonesian Batallion) yang tengah melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon menggelar latihan menembak bersama Tentara Perancis (FCR/ Force Commander Reserve) di Lapangan Tembak Sektor Timur Ebel El Saqi, Lebanon Selatan.
Acara latihan menembak tersebut disaksikan langsung oleh Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf M. Asmi, Komandan FCR Kolonel Loic Mizon, Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Ade Rony serta para prajurit dari kedua Kontingen.
Latihan menembak ini bertujuan untuk bertukar ilmu dan pengalaman diantara kedua pasukan, terutama di bidang senjata dan kemampuan militer.
Disamping itu, latihan bersama ini juga untuk menjalin hubungan dan kerjasama yang kuat antara kedua negara yang berada di jajaran Sektor Timur Unifil. Dalam latihan menembak tersebut, masing-masing kontingen mengirimkan satu peleton terbaiknya.
Tim penembak Satgas Indobatt berhasil memukau pasukan FCR dengan keakuratan senjata SS2 buatan PT. Pindad.
Di akhir sesi latihan, diadakan Games Competition yang mana dibentuk dua tim campuran dengan senjata yang campuran pula. Sehingga pasukan peacekeeper Indonesia bisa merasakan  menembak dengan menggunakan senjata Famas yang dimiliki oleh FCR, dan begitu pula sebaliknya.

Rusia Ingin Memulai Perang Dunia Ketiga di Ukraina

Rusia Ingin Memulai Perang Dunia Ketiga di Ukraina
Seorang pria sambil membawa bendera Rusia menyambut rombongan pasukan bersenjata di desa Perevalne dekat ibu kota Crimea, Simferopol, Senin (3/3/2014).
TRIBUNNEWS.COM - Rusia dituduh ingin memulai "perang dunia ketiga" dengan menyerang Ukraina. Hal itu dilontarkan Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk, Jumat (25/4/2014). Yatsenyuk meminta bantuan internasional untuk melawan "agresi Rusia".
"Upaya agresif militer Rusia di Ukraina akan menimbulkan konflik di Eropa," katanya dalam sidang kabinet yang disiarkan televisi.
"Dunia tidak melupakan Perang Dunia Kedua dan Rusia ingin memulai perang dunia ketiga," katanya.
"Dukungan Rusia terhadap para teroris di Ukraina merupakan kejahatan internasional dan kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bersatu melawan agresi Rusia."
Pemerintah Kiev yang didukung Barat berkeyakinan Moskwa sedang memicu pemberontakan separatis di Ukraina timur.
Rusia pada Kamis mengumumkan, pihaknya meluncurkan latihan militer baru di perbatasan dengan Ukraina dalam menanggapi sebuah operasi "anti-teroris" Kiev yang bertujuan untuk melawan para pemberontak pro-Kremlin.
Menurut NATO, sekitar 40.000 tentara Rusia telah berkumpul di perbatasan. NATO juga mengatakan bahwa pasukan itu tampaknya berada dalam kondisi siap menyerang.(AFP)

Separatis Ukraina Timur Minta Bantuan Presiden Rusia

Separatis Ukraina Timur Minta Bantuan Presiden Rusia
Vladimir Putin dan Berlusconi

TRIBUNNEWS.COM, KIEV - Kelompok separatis pro-Rusia, Kamis (10/4/2014), mendirikan barikade pertahanan di depan kantor biro keamanan negara di kota Luhansk, wilayah timur Ukraina.
Mereka juga meminta bantuan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pemerintah Ukraina mengancam akan menggunakan kekerasan untuk menegakkan aturan di kota itu.
Para pengunjuk rasa juga melakukan pembicaraan untuk mencairkan kebuntuan terkait tawaran pengampunan yang disampaikan parlemen Ukraina jika para pengunjuk rasa meletakkan senjata dan meninggalkan gedung itu.
Gedung yang di masa pemerintahan Uni Soviet adalah markas dinas rahasia KGB adalah satu dari tiga gedung pemerintah di Ukraina timur yang diduduki para aktivis pro-Rusia yang menuntut referendum atau kemerdekaan.
Ketegangan meningkat di wilayah timur Ukraina yang dihuni warga berbahasa Rusia sejak presiden Viktor Yanukovych yang pro-Moskwa digulingkan kelompok pro-Barat.
Dalam sebuah jumpa pers yang digelar Rabu malam, Valery Bolikov yang mengaku sebagai perwakilan dari markas angkatan darat wilayah selatan dan timur, mengatakan pembicaraan dengan pemerintah telah gagal mencapai kesepakatan.
"Dalam pembicaraan itu ada sejumlah isu yang dibicarakan namun mereka belum memberikan konklusi yang logis," kata Bolikov.
Meski sejumlah pengunjuk rasa mengingnkan wilayah itu bergabung dengan Rusia, namun menurut Bolikov tuntutan mereka hanyalah referendum untuk memberi Lushanks otonomi lebih luas di bawah federasi Ukraina.
"Kami akan meninggalkan gedung ini jika tuntutan kami soal referendum dan federalisasi dipenuhi pemerintah," ujar Bolikov.
Di ruang pertemuan, sejumlah pria yang mengenakan topeng menenteng senapan serbu AK-47, pistol dan senjata api lainnya berbaris di koridor utama gedung itu.
Sebelumnya, para aktivis pro-Rusia menduduki sejumlah gedung pemerintahan di kota Donetsk, Kharkiv dan Luhanks. Mereka menuntut digelarnya referendum seperti yang terjadi di Crimea belum lama ini. (AFP/Kompascom)