Sabtu, 03 Mei 2014

Ukuran Teleskop Ini 30 Kali Lapangan Bola


Pemerintah Tiongkok gencar mengerjakan teleskop terbesar di dunia. © VIVA.co.id VIVAnews - Pemerintah Tiongkok saat ini sedang gencar-gencarnya merampungkan megaproyek teleskop terbesar di dunia. Besarnya 30 kali lapangan sepak bola. Seperti dilansir Buiness Recorder, Senin 28 April 2014, Teleskop yang akan diberi nama Five-hundred-meter Aperture Spherical radio Telescope (FAST) itu akan tegak berdiri September 2016. "Dengan diameter yang lebih besar dan akurasinya lebih tinggi, teleskop ini akan lebih baik dalam mendeteksi lebih jauh benda-benda angkasa," kata Nan Rendong, kepala proyek pembangunan teleskop FAST. Kemegahan FAST akan mengungguli Observatorium Arecibo, di Amerika Serikat, baik dari segi luas serta kualitasnya. Dilansir Want China Times, Kepala ilmuwan dari National Astronomy Observatory of China, Li Di menuturkan, FAST akan difasilitasi dengan 4.400 panel reflektif aktif yang masing-masingnya dapat disesuaikan untuk meningkatkan resolusi, sensitivitas, dan kecepatan menangkap benda luar angkasa. FAST akan dibangun di Pingtang County, Provinsi Guizhou, Tiongkok. Penempatan di Guizhou dikarenakan daerah ini letaknya strategis, dengan adanya kawah-kawah alami yang bermanfaat pembangunan proyek FAST. Selain itu, tempat yang dikelilingi oleh pegunungan membantu untuk memblok sinyal dari luar seperti ponsel, radar, dan satelit. Saat ini, pembangunan teleskop terbesar di dunia itu baru mencapai tahap penanaman baja di sekelilingnya. (umi)

NASA Rilis Baju Astronot 3D untuk ke Mars


Z-2 adalah pemenang dari ajang perlombaan mendesain baju astronot NASA VIVAnews - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, memperkenalkan seragam prototipe teranyar bagi astronotnya. Pakaian yang diberi nama Z-2 ini diberi sentuhan teknologi 3D. Direncanakan, Z-2 akan digunakan saat pergi ke Mars. Dilansir BBC, Jumat 2 Mei 2014, Z-2 berbeda dengan terdahulunya Z-1 yang cenderung mirip dengan karakter film kartun Toy Story, Buzz Lightyear, ketika dirilis tahun 2012. Baju astronot kali ini terlihat eye-catching, dengan balutan patch dan luminescent yang melekat di pakaian tersebut yang dapat memancarkan cahaya. Laser scan 3D yang melekat di dalamnya akan menyesuaikan astronotnya dengan sempurna. "Dengan badan laser ini difokuskan dapat bekerja dengan optimal ketika astronot di Mars yang akan tinggal satu hari di sana," kata NASA. Desain ini merupakan pemenang dari ajang perlombaan dalam mendesain baju astronot yang disponsori langsung oleh NASA. Dalam kontes tersebut Z-1 mengungguli dua kontes lainnya dengan perolehan dukungan publik sekitar 200.000 orang. Z-2 akan melewati uji kelayakan terlebih dahulu di Johnson Space Center di Houston, Amerika Serikat, untuk menentukan kinerjanya saat berada di gravitasi nol. Daily News melansir, pihak NASA berharap proyek ini dapat dikenakan astronot di Mars pada tahun 2030. (adi)

Pesawat-pesawat Tempur Canggih Incaran Malaysia


VIVAnews - Sejumlah produsen pesawat tempur dunia berlomba-lomba merebut perhatian Malaysia pada Pameran Dirgantara dan Maritim di Langkawi, Malaysia. Pemerintah Malaysia berencana membeli 18 jet tempur sekaligus untuk memperkuat pertahanan dan memodernisasi armada udaranya terkait akan pensiunnya skuadron MiG Malaysia tahun 2015 mendatang.

Teroris Malaysia Diinterogasi Atas Hilangnya MH370


Polisi Malaysia menangkap 11 tersangka teroris di Kuala Lumpur. VIVAnews - Hampir dua bulan pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang dan pencariannya terus diupayakan. Kini, giliran 11 teroris yang memiliki hubungan dengan Al-Qaeda diinterogasi mengenai hilangnya pesawat tersebut. Polisi Malaysia menangkap 11 tersangka yang diduga terkait dengan kelompok teror islam. Mereka disergap di Kuala Lumpur, saat sedang menyamar sebagai pelaku organisasi kemanusiaan. Salah satu di antaranya mencoba melarikan diri. "Kekhawatiran terbesar kami adalah hilangnya pesawat berhubungan dengan organisasi yang menggunakan misi kemanusiaan untuk latihan dasar militan," kata Menteri Dalam Negeri Malaysia, Zahid Hamidi, dilansir news.com.au, Minggu 4 Mei 2014. Kesebelas tersangka yang berhasil ditangkap terindikasi jaringan kelompok jihad atau perang suci. Selama investigasi berlangsung, polisi masih melacak sejumlah tersangka lainnya. Malaysia diduga menjadi 'tuan tumah' beberapa tokoh kunci kelompok islam militan seperti Al-Qaeda, kelompok yang bertanggung jawab atas tragedi bom Bali 2002. Polisi setempat menduga hilangnya Malaysia Airlines MH370 terkait dengan terorisme. Pesawat telah hilang sejak 8 Maret 2014 bersama 239 penumpang dan diduga jatuh ke Samudera Hindia. Pihak Kementerian Pertahanan Malaysia telah menunjuk Jean-Paul Troadec, Presiden Biro Investigasi Kecelakaan Penerbangan Prancis sebagai koordinator pencarian pesawat. (one) © VIVA.co.id

Pasukan Militer Rusia Berkeliaran di Ukraina


VIVAnews - Pasukan bersenjata yang diduga tentara Rusia terlihat berkeliaran di Crimea, wilayah otonomi Ukraina. Para tentara ini tanpa identitas dan atribut bendera Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin membantah itu tentara mereka, melainkan para aktivis pro-Rusia di Crimea.

Pasukan Ukraina Gencar Serang Milisi Pro Rusia


Tentara Ukraina telah merebut menara televisi dan gedung pemerintah. VIVAnews - Pemerintah Ukraina menyatakan akan terus melakukan serangan militer terhadap milisi pro Rusia di timur Ukraina. Hal tersebut, seperti dikutip dari laman Voanews, Minggu 4 Mei 2014, sebagai reaksi atas pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, yang meminta Moskow segera menghentikan dukungannya bagi kaum separatis tersebut. Menteri Dalam Negeri Ukraina, Arsen Avakov, mengatakan bahwa tentara pemerintah telah merebut sebuah menara televisi dan gedung-gedung pemerintah dari pemberontak di Kramatorsk, dekat dengan kubu pro Rusia, Slovyansk. Dalam postingnya di Facebook, Avakov mengatakan, "kami tidak akan berhenti." Langkah ini dilakukan menyusul pertempuran mematikan antara milisi pro Moskow dan pasukan pro Kyiv di sebuah kota di selatan Ukraina, Odessa, yang menewaskan sedikitnya 42 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Di Moskow, juru bicara Kremlin, Dmitri Peskov mengatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, belum memutuskan bagaimana menanggapi serangan terbaru itu, atau kematian yang terjadi di Odessa. Sebagian besar korban dilaporkan adalah milisi pro Rusia. Secara terpisah, Peskov mengatakan bahwa Kremlin dalam waktu 24 jam telah menerima ribuan panggilan telepon dari orang-orang di timur dan selatan Ukraina, yang diduga meminta perlindungan Moskow. Rusia saat ini memiliki setidaknya 40.000 tentara dan kendaraan lapis baja yang bersiaga di perbatasan dengan Ukraina. Selain itu, Kremlin juga menyiapkan alasan untuk memasuki Ukraina, yaitu untuk melindungi etnis Rusia. Sementara itu, di Kyiv, pemerintah menyatakan dua hari sebagai hari berkabung untuk memperingati mereka yang tewas di Odessa, Jumat lalu. (one)

Senjata Nuklir AS Dikendalikan dengan Disket

Jangan remehkan disket tersebut, karena berisi 450 hulu ledak. VIVAnews - Perkembangan arus informasi dengan adanya internet selalu menjadi angin surga bagi penggunanya. Namun, itu tak berlaku untuk militer AS. Mereka masih menggunakan perangkat komputer jadul tahun 1960-an. Bahkan, kode peluncuran nuklir mereka simpan dalam sebuah disket. Sekilas pangkalan militer FE Warren Air Force di Cheyenne ini tak seperti kebanyakan, hanya disuguhkan sebuah lapangan persegi panjang yang di sekelilingnya terdapat peternakan. Namun, dibalik kesederhanaan itu, tempat ini tersimpan 450 hulu ledak di dalamnya yang berkekuatan masing-masing 20 kali lebih dahsyat dari bom Hirosima. Dilansir Daily Mail, Senin 28 April 2014, perangkat yang digunakannnya pun jauh dari peradaban. Mereka masih menggunakan perangkat teknologi tahun 1960-an, berbeda dengan pangkalan lainnya yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk standarisasi keamanannya. Pangkalan rudal yang didirikan tahun 1960 ini dipertahankan kondisinya sampat saat ini dikarenakan untuk mencegah dari pencurian data oleh peretas. Maka dari itu, mereka tak menggunakan akses internet dan sistem peluncuran nuklirnya pun disimpan rapi dalam disket. Berdasarkan kunjungan yang dilakukan oleh koresponden CBS News, Lesley Stahl, mengamati keamanan FE Warren Air Force dengan menggunakan perangkat lama karena untuk menghindari dari pencurian yang dilakukan petugasnya dengan menggunakan internet. Sebelumnya, terjadi kasus petugas Angkatan Udara yang meluncurkan rudal Missile Wing 341 tanpa izin di Malmstrom Air Force Base, Montana. (ren)