Rabu, 27 Agustus 2014

THE JUPITERS AKAN TAMPIL PADA INDEPENDENCE DAY RUN DI MONAS

 
Tim aerobatik kebanggan TNI Angkatan Udara Jupiters Aerobatic Team (JAT) yang lebih dikenal dengan “The Jupiters” akan tampil pada event Independence Day Run yang rencananya akan di lepas oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Monas, Minggu 31 Agustus mendatang. 



Mulai besok 28-30 Agustus jam 09.00 wib.  The Jupiters akan melakukan latihan di sekitar Monas untuk pengenalan medan dan menyesuaikan kondisi terhadap gedung-gedung tinggi di sekitarnya, sedangkan pelaksanaannya pada Minggu (31/8). 

The Jupiters menggunakan pesawat KT-1 Woong Bee buatan Korea Selatan, sehari-hari digunakan para instruktur penerbang TNI AU untuk melatih siswa penerbang di Skadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta. 

The Jupiters yang di pimpin oleh flight leader (Jupiter 1) Letkol Pnb Feri Yunaldi sedikitnya akan melakukan 15 manuver aerobatik yang serasi, menarik bahkan menegangkan selama sekitar 20 menit. Sedangkan Right Wing (Jupiter 2) Kapten Pnb Idham Satria, Wing Left (Jupiter 3) Kapten Pnb Apri Arfianto, Slot (Jupiter 4) Mayor Pnb Ari Susiono, Lead Synchro (Jupiter 5) Mayor Pnb Sri Raharjo dan Synchro (Jupiter 6) Mayor Pnb H.S Romas. 
Pada setiap penampilan The Jupiters menyiapkan dua bentuk manuver sebagai alternatif, yaitu Hight Show apabila kondisi cuaca baik dan memungkinkan untuk manuver formasi aerobatik secara vertikal seperti manuver Jupiter Roll, Loop, Clover Leaf, Vulcan & Leader Benefit, Loop & Break Off, Tanggo to Diamond Loop, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Solo Spin, Five Card Loop, Jupiter Roll Back dan Loop and Boom Burst. 
Sedangkan manuver Low Show dilaksanakan apabila base cloud rendah sehingga tidak memungkinkan melaksanakan vertikal manuver, sehingga manuver yang akan dilaksanakan meliputi Jupiter Roll, Hi “G” Turn, Vulcan & Leader Benefit Pass, Break Off, Jupiter Wheel,  Tanggo to Diamond Pass, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Knife Edge, Five Card Pass, Jupiter Roll Back dan Boom Burst. 
The Jupiters selain tampil pada event nasional, juga tampil go internasional pada 100 tahun penerbangan Thailand pada 2012, Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2013 (LIMA’13) Februari 2013, “The 4th Brunei Darussalam International Defence Exhibition” (BRIDEX 2013) Desember 2013 dan Singapore Air Show Februari 2014 yang merupakan perhelatan kedirgantaraan terbesar di Asia Tenggara. Direncanakan The Jupiters akan tampil kembali pada Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA’15) Februari 2015.

TNI AU KERAHKAN BOEING B-737 DAN CN-295 CARI WNA YANG HILANG DI PERAIRAN NTB

 Pentak Lanud Rba - 28/08/2014
Add caption
TNI AU dalam hal ini Lanud Rembiga dibawah kendali Koopsau II mengerahkan pesawat intai strategis Boeing B-737 dari Skadron Udara 5 Makassar serta Pesawat CN-295 dari Skadron Udara 2 untuk melakukan penyisiran dan pencarian korban Kapal wisata Versace Amara yang diduga tenggelam setelah menabrak karang‎ di perairan pulau Sangeang, Kec Wera, Kab Bima, NTB. Kapal yang membawa 20 turis asing dan 5 awak kapal itu tenggelam pada hari sabtu 16 Agustus yang lalu sekitar pukul 20.00 WITA (27/8).
Sebagaimana konteks Lanud Rembiga sebagai pangkalan aju operasi, Komandan Lanud Rembiga Letkol Pnb Ardi Syahri, ST.,MM.,MMA beserta seluruh personel Lanud Rembiga siap mendukung dan membantu proses pencarian dua warga Negara spanyol korban kapal tenggelam di perairan pulau Sangeang, Kec Wera Kab. Bima NTB yang hingga kini masih belum diketemukan.
Pencarian sebelumnya telah menyisir sektor utara sampai 100 mil dari bima hingga ke pulau tengah kemudian kembali ke selatan menyusuri pantai utara ke pulau sangeang api hingga gili banta sampai pulau kelapa.
Di pencarian hari kedua Pesawat CN-295 tail number A-2907 dari Skadron 2 dengan Captain Pilot Mayor Pnb Dhian dan Copilot Kapten Pnb Anto bersama 6 crew menyisir wilayah pantai selatan bima hingga ke tambolaka hinnga ke pantai timur lalu kembali ke pulau sangeang dan terbang sekitar 2 jam pencarian dengan menggunakan metode low level, dan terbang di ketinggian 2000 ft sampai dengan 1000 ft diatas laut untuk visual contact dengan sasaran. Turut serta dalam pencarian menggunakan pesawat CN 295 Kabasarnas Marsdya TNI FH Bambang Soelistyo, S.Sos dan Deputy Operasi Basarnas Brigjend TNI Tatang Zaenudin.
Pesawat Boeing B-737 dari Skadron Udara 5 Makassar juga turut terlibat dalam pencarian dan penyisiran di perairan sangeang, dengan Captain Pilot Mayor Pnb dan Copilot Lettu Pnb Muslih.
Danlanud Rembiga Letkol Pnb Adi Syahri, ST.,MM.,MMA menjelaskan Keterlibatan TNI AU dalam hal ini Koopsau II dan Lanud Rembiga khususnya sebagai Pangkalan Aju Operasi dalam mendukung pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI mutlak diperlukan sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Selain itu hal ini juga didasari oleh semangat jiwa kita untuk ingin bersatu padu menyelesaikan persoalan kesulitan manusia dalam memberikan perlindungan, pertolongan dan penyelamatan warga bangsa, khususnya para korban kecelakaan pelayaran, penerbangan dan di lokasi-lokasi ekstrim lainnya.

Sukhoi Su-27/30MKI dikerahkan kawal UNAOC Nusa Dua

Senin, 25 Agustus 2014 13:07 WIB |
Pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI Flanker Skuadron 11 TNI AU menggiring pendaratan pesawat asing Boeing 737 pada Latihan Sriti Gesit, di Pangkalan Udara Utama TNI AU Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (2/4). Persenjataan Su-27/30MKI TNI AU sudah lengkap dan siap operasi, di antaranya peluru kendali R-27 Vympel. (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)
Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Pengamanan sangat maksimal dikerahkan TNI untuk menjamin keamanan sidang United Nations Alliance of Civilization (UNAOC), 29-30 Agustus 2014, di Nusa Dua, Bali. Tidak tanggung-tanggung, tameng udara diwujudkan dengan pengerahan armada Sukhoi Su-27/30MKI Flanker dari Skuadron Udara 11 TNI AU.

"Kami siapkan Sukhoi yang bersiaga di Pangkalan Udara Utama TNI AU Hassanudin di Makassar," kata Komandan Satuan Tugas Penerangan Komando Operasi Pengamanan VVIP, Kolonel Infantri Bernardus Robert, ditemui usai gelar pasukan pengamanan UNAOC di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Senin.

Menurut dia, selain pesawat canggih buatan Rusia itu, pihaknya juga menyiagakan satu unit helikopter serbu Mil Mi-35P Hind E dari Pusat Penerbangan TNI AD, empat F-16 Fighting Falcon Skuadron Udara 3 TNI AU, dan satu satuan peluru kendali panggul QW dari Komando Pasukan Khas TNI AU.

Kecuali Sukhoi Su-27/30MKI Flanker, semua kekuatan gabungan TNI itu disiagakan di Pangkalan Udara Ngurah Rai, Bali. Flankers merupakan pesawat tempur papan atas dunia dengan jarak tempuh hingga 3.500 kilometer dan kecepatan 2,35 Mach atau kecepatan suara, dan manuverabilitas dipujikan dunia penerbangan militer.

Markas Besar TNI, kata Robert, juga telah membentuk satuan tugas Komando Operasi Pengamanan VVIP untuk menjamin kelancaran pertemuan ke-6 itu.

Sejumlah tamu negara sangat penting hadir, di antaranya Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, Presiden negara Timor Timur, Taur Matan Ruak, serta sejumlah menteri luar negeri dan dibuka Presiden Susilo Yudhoyono.

Tema pertemuan itu mengangkat "Persatuan dalam Keberagaman" sesuai dengan semboyan Indonesia yakni "Bhinneka Tunggal Ika".

Masuk Wilayah RI, 3 Pesawat Tempur Asing Ditangkap

Selasa,  26 Agustus 2014  −  16:52 WIB

Tiga pesawat tempur, (Foto: Herawati/SINDOnews).

PAPUA - Penangkapan tiga pesawat tempur jenis T-50 i Golden Eagle, dilakukan oleh pesawat Sukhoi SU-27 dan SU-30 milik TNI AU.

Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Wastum mengatakan, penangkapan tiga pesawat tempur ini dilakukan di atas laut Samudra Pasifik.

Sebelumnya radar jenis Thompson buatan Perancis di Biak menangkap keberadaan pesawat tempur asing yang masuk ke wilayah RI tanpa izin.

Sehingga, TNI AU mengerahkan pesawat pengintai Boeing 737 dan pesawat pengejar Sukhoi SU-27 dan SU-30 ke titik lokasi, di mana pesawat  tempur milik musuh berada.

Selama dua hari dilakukan pengejaran dan T-50 ini selalu luput dari pengejaran pesawat Sukhoi milik TNI AU. Pada hari hari ketiga pesawat asing jenis T-50 i Golden Eagle akhirnya tertangkap.

Kemudian dipaksa mendarat di Biak, di mana pasukan TNI AU telah bersiaga penuh.  Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka operasi kesiapan pekan ketahanan udara.

Dilakukan dalam latihan perkasa D-14 yang akan dilaksanakan setiap tahunnya di berbagai daerah, dan kali ini wilayah Papua mendapatkan pelatihan tersebut.

"Latihan perkasa D-14 ini akan dilakukan setiap tahunnya di empat daerah di Indonesia," kata Letkol Pnb Wastum di Jayapura, Papua, Selasa (26/8/2014).

"Saat ini di Lanud Manuhua Biak, yang mendapatkan latihan D-14 tersebut. Sedangkan Lanud Jayapura berfungsi sebagai penimbul situasi, di mana tiga pesawat T-50 i Golden Eagle ditempatkan," imbuhnya.

Dalam pelatihan ini, dikerahkan tiga pesawat tempur terbaru milik TNI AU yaitu T-50 Golden Eagle, sebagai pesawat musuh yang dipusatkan di Base Ops Lanud Jayapura.

Pesawat Sukhoi SU-27 dan SU-30 sebagai pesawat pengejar bermarkaskan di Lanud Biak, selanjutnya Boing 737 sebagai pesawat pengintai juga di tempatkan di Lanud Jayapura.

Selain itu, ada pesawat hercules yang di tempatkan di Lanud Jayapura untuk mengangkut pasukan TNI AU. Simulasi ini dilakukan di Papua sejak 25 hingga 29 Agustus 2014 mendatang. Di atas angkasa antara Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Biak