Sabtu, 10 Mei 2014

Indonesia mengambil sikap lebih keras dalam hal Laut Tiongkok Selatan

Komando Angkatan Laut: Seorang anggota dari unit komando elit Angkatan Laut Indonesia KOPASKA sedang melakukan patroli keamanan untuk persiapan konferensi tingkat tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik 2013, di pulau wisata Bali. [AFP]
Komando Angkatan Laut: Seorang anggota dari unit komando elit Angkatan Laut Indonesia KOPASKA sedang melakukan patroli keamanan untuk persiapan konferensi tingkat tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik 2013, di pulau wisata Bali. [AFP]
Tentara Nasional Indonesia [TNI] mengambil sikap lebih keras terhadap klaim teritorial Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan.
Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, telah berusaha untuk menghindari keterlibatan negara ini dalam persengketaan teritorial antara Tiongkok dengan para tetangganya, dalam hal kedaulatan atas terumbu karang dan sekumpulan pulau kecil di wilayah tersebut. Natalegawa telah menjadi figur pemimpin di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara [ASEAN] dalam membangun prakarsa diplomatik damai dan multilateral untuk menyelesaikan persengketaan tersebut.
Ketika Tiongkok terus menggeruskan tekanan kepada para tetangganya, terutama Jepang dan Filipina, Komandan TNI Jenderal Moeldoko telah mengambil sikap publik yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap masalah ini.
“Laut Tiongkok Selatan telah menjadi titik utama persengketaan maritim di Asia. Dua pengklaim-nya adalah Tiongkok dan Taiwan, sementara empat negara lain – Brunei, Malaysia, Filipina , dan Vietnam – semuanya merupakan anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. …. Ini merupakan inti dari posisi Indonesia juga,” tulis Moeldoko dalam Wall Street Journal Asia, pada tanggal 24 April.
“Kami bukanlah salah satu pengklaim dalam masalah persengketaan ini. Namun kami akan terkena dampaknya jika konflik sampai pecah di Laut Tiongkok Selatan, akibat interpretasi dari apa yang disebut sebagai jalur 9-garis pada peta Tiongkok, yang memberi hak klaim terhadap 90 persen dari perairan seluas 3,5 juta kilometer persegi di laut tersebut [atau 1,35 juta mil persegi]. Dengan memandang makna ekonomis dan strategis laut tersebut, ini merupakan masalah internasional mendesak yang juga telah melibatkan A.S.,” tulis Moeldoko.
“Oleh karena itu Indonesia kecewa karena Tiongkok telah menyertakan bagian-bagian dari Kepulauan Natuna dalam jalur 9-garis tersebut, dan karenanya mengklaim segmen dari provinsi Kepulauan Riau di Indonesia sebagai wilayah mereka. Sebuah gambar memperlihatkan tampilan garis tersebut dalam paspor Tiongkok yang baru dikeluarkan. Kepulauan yang terkena dampak ini berada di pesisir barat laut Kalimantan,” Moeldoko memperingatkan.
“Pihak militer Indonesia telah memutuskan untuk meningkatkan kekuatannya di Natuna. Kami juga perlu menyiapkan pesawat tempur untuk menangani peristiwa yang berakar dari peningkatan ketegangan di salah satu jalur perairan utama di dunia ini.”
Indonesia mendukung ‘kebijakan tanpa perang’
Moeldoko menekankan bahwa Indonesia terus mendukung “kebijakan tanpa perang untuk Laut Tiongkok Selatan, seperti halnya yang telah kami lakukan untuk wilayah Asia Pasifik lainnya.”
Dia memberi peringatan kepada Beijing bahwa “perilaku mereka di Laut Tiongkok Selatan akan menentukan persepsi lebih luas mengenai niatnya sebagai kekuatan yang sedang muncul.”
TNI mendukung retorikanya dengan peningkatan penugasan aparat militer di wilayah tersebut. Indonesia memperkuat kehadirannya di udara, di sepanjang Laut Tiongkok Selatan, IHS Jane's melaporkan pada bulan Maret.
HIS Jane’s melaporkan bahwa Letkol Andri Gandy, komandan dari Pangkalan Udara TNI, Ranai, di Kepulauan Riau yang berbatasan dengan Laut Tiongkok Selatan, menyatakan bahwa pangkalannya sedang mengalami modernisasi untuk dapat mengoperasikan pesawat tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30 buatan Rusia.
Pada tanggal 12 Maret, Laksamana Fahru Zaini, seorang pejabat pertahanan senior Indonesia, berkata kepada para wartawan: “Tiongkok telah mengklaim perairan Natuna sebagai perairan teritorial mereka. Klaim arbitrasi ini berhubungan dengan persengketaan mengenai Kepulauan Spratly dan Paracel di antara Tiongkok dan Filipina. Persengketaan ini akan berdampak sangat besar terhadap keamanan di perairan Natuna.”
Walaupun Zaini berkomentar demikian, Natalegawa terus berpegang kepada kebijakan lamanya untuk bekerja sama dengan Tiongkok dan berusaha untuk menghindari konflik dengan Beijing.
“Pertama-tama, tidak ada persengketaan teritorial di antara Indonesia dan Tiongkok, terutama dalam hal kepulauan Natuna. Bahkan kami bekerja sama dengan Tiongkok dalam kemungkinan untuk membawa rencana investasi langsung di kepulauan tersebut. Kedua, kami bukan salah satu pengklaim di Laut Tiongkok Selatan,” katanya.
Namun, seperti pernyataan Leo Suryadinata dari Institute of Southeast Asian Studies dalamThe Straits Times yang berbasis di Singapura pada tanggal 24 April, “Natalegawa memang mengakui bahwa Jakarta telah menolak 'jalur 9-garis' Laut Tiongkok Selatan dari Tiongkok yang kontroversial tersebut.” Oleh karena itu, “banyak pengamat, terutama di Barat, yang yakin bahwa posisi Indonesia telah berubah. Daripada bersikap netral, Indonesia telah secara efektif berpihak kepada para pengklaim lainnya di Asia Tenggara.”
Tiongkok mencari hubungan baik dan kendali atas Laut Tiongkok Selatan
Ralph Winnie, kepala dari program Tiongkok di Eurasian Business Coalition, mengatakan kepada Asia Pacific Defense Forum bahwa Tiongkok sedang terpecah di antara dua sisi, yaitu dorongan berkelanjutannya untuk membina hubungan serius dengan bangsa-bangsa ASEAN, dan kekukuhannya untuk menegakkan haknya di Laut Tiongkok Selatan.
“Para pemimpin Tiongkok mengetahui pentingnya kelanjutan hubungan yang baik dengan para tetangganya untuk mempertahankan kepercayaan investor, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Namun Tiongkok juga ingin menjadi kekuatan dunia. Mereka ingin menegakkan kekuasaan namun juga ingin menjadi pemangku kepercayaan yang bertanggung jawab. Mereka ingin terlibat secara konstruktif,” ungkapnya.
Namun sekarang, mungkin Tiongkok telah mendesak Indonesia terlalu jauh.
“Tiongkok telah mengambil serangkaian tindakan asertif yang membuat Indonesia melakukan pengumumannya kepada publik,” analis Anne Marie Murphy, seorang profesor di Seton Hall University, menyatakan. “Tiongkok telah menerapkan Zona Identifikasi Pertahanan Udara di Laut Tiongkok Timur, dan menyatakan bahwa mereka akan menerapkannya di Laut Tiongkok Selatan setelah melakukan persiapan yang semestinya.
“Deklarasi publik Indonesia yang menyatakan konflik maritimnya dengan Tiongkok, memiliki potensi untuk mengubah situasi yang ada di Laut Tiongkok Selatan,” tulisnya. “Ketika Indonesia secara resmi menentang klaim Tiongkok, ambiguitas strategis yang membuat Indonesia dapat memosisikan dirinya sebagai penengah antara Tiongkok dan para mitra ASEAN-nya telah hilang. …Terdapat kemungkinan bahwa ketegangan di Laut Tiongkok Selatan akan terus meningkat.”
Apakah sebaiknya Indonesia mendukung negara-negara lain dalam menentang hak teritorial Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan? Utarakan pendapat Anda di bagian komentar di bawah ini.

Jumat, 09 Mei 2014

Pesawat Diduga UFO, Bombardir Markas Taliban Marinir Amerika Serikat menangkap rekaman luar biasa.

Pesawat yang diduga UFO.
SAUNG99 - Marinir Amerika Serikat menangkap rekaman luar biasa, pesawat seperti UFO melayang di sebuah perkemahan Taliban, lalu memborbardirnya dengan senjata hingga luluh lantak dalam sekejap. Rekaman tersebut diambil tentara AS di Afghanistan Maret lalu.


Di dalam lapis baja yang mereka tumpangi, seorang tentara merekam kejadian yang tidak masuk akal tersebut. Di mana sebuah pesawat mendekat tidak dalam kecepatan yang tinggi, dan juga tidak mempunyai baling-baling, namun melayang. 

Perlahan-lahan pesawat tersebut mengeluarkan tembakan yang bertubi-tubi, hingga mengepulkan asap yang cukup tinggi. Dan ledakan pun terjadi dalam sepersekian detik.
Pesawat yang diduga UFO.
Dan setelah asap yang mengepul itu hilang, kamera mengarahkan untuk mencari pesawat yang aneh tersebut. Tidak ada keterangan apakah itu drone milik Amerika atau bukan, karena pesawat tersebut bergerak sangat perlahan ketika berada di atas pemukiman Taliban. Pasukan internasional sendiri sebagian besar telah ditarik dari Afghanistan, namun ada kekhawatiran jika polisi setempat, tidak mampu mengamankan negara. Meskipun upaya menggulingkan Taliban sudah dilakukan hampir satu dekade. Untuk melihat videonya, bisa diklik tautan berikut ini: Daily Mail - See more at: http://saung99.blogspot.com/2014/05/pesawat-diduga-ufo-bombardir-markas.html#sthash.bEnAKQu5.dpuf

Rabu, 07 Mei 2014

Putin Mendadak Perintahkan Militer Rusia Latihan Dekat Ukrania

Putin Mendadak Perintahkan Militer Rusia Latihan Dekat Ukrania
Foto-foto Vladimir Putin dengan pose topless (telanjang dada).
 TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (26/2/2014), memerintahkan latihan perang untuk menguji kesiapan perang angkatan perang Rusia yang ditempatkan di wilayah barat negeri itu, termasuk di kawasan yang berbatasan dengan Ukraina.
"Panglima tertinggi memerintahkan latihan untuk melihat kesiapan kapabilitas pasukan untuk menghadapi situasi krisis," kata Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu seperti dikutip kantor berita Interfax.
Latihan itu melibatkan prajurit angkatan darat, laut dan udara yang berbasis di distrik militer barat, sebuah daerah luas yang berbatasan dengan Ukraina, Belarus, republik-republik Baltik, Finlandia dan Antartika.
Latihan militer untuk memeriksa kesiapan angkatan bersenjata ini akan digelar hingga 3 Maret mendatang.
Latihan yang tak direncanakan sebelumnya ini, muncul di tengah kisruh politik yang terjadi di Ukraina yang berujung pencopotan Vitor Yanukovych yang pro-Rusia dari jabatan presiden.
Kejatuhan Yanukovych ini menimbulkan sentimen separatisme terutama di kawasan dengan penduduk yang menggunakan bahasa Rusia yaitu di Semenanjung Krimea.
Tahun lalu, Putin juga memerintahkan latihan mendadak seperti ini, namun saat itu Putin mengatakan latihan militer mendadak harus menjdi sebuah kegiatan rutin angkatan bersenjata.
Dalam latihan yang digelar pada Juli tahun lalu, diikuti sebanyak 80.000 prajurit di kawasan timur jauh Rusia. Latihan itu menjadi sebuah latihan terbesar yang dilakukan Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991.

TNI AD: 103 Tank Leopard Bakal Disebar Ke 5 Wilayah

TNI AD: 103 Tank Leopard Bakal Disebar Ke 5 Wilayah
Tank Leopard yang baru saja memperkuat TNI AD mengikuti defile saat gladi resik upacara HUT ke-68 TNI di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/10/2013). Upacara HUT TNI pada Sabtu (5/10) akan dihadiri oleh presiden RI. (Warta Kota/alex suban)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA Markas Besar TNI Angkatan Darat menanggapi komentar mantan Presiden BJ Habibie soal pembelian Tank Leopard oleh Kementerian Pertahanan yang dinilai tidak efisien.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Andika Perkasa menjelaskan, pemerintah membeli 103 unit Tank Leopard untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Darat di lima wilayah. Dari kebutuhan 103 garasi Tank Leopard, 82 di antaranya sudah selesai dibangun di berbagai lokasi itu.
Menurutnya, sisa tank akan diselesaikan pada 2014. Adapun peruntukan 103 tank itu untuk melengkapi alutsista di lima wilayah, yakni:
- Batalyon Kavaleri 1 Kostrad, Cijantung (total 41);
* 13 Leopard 2A4.
* 28 Leopard 2 RI.
- Batalyon Kavaleri 8 Kostrad, Pasuruan (total 41):
* 28 Leopard 2A4.
* 13 Leopard 2 RI.
- Pusat Pendidikan Kavaleri, Padalarang (total 4):
* 3 Leopard 2 RI.
* 1 Leopard 2A4.
- Kompi Kavaleri CAMB, Sentul (total 13) :
* 13 Leopard 2 RI.
- Kompi Kavaleri Pusat Latihan Pertempuran, Baturaja (total 4) :
* 4 Leopard 2 RI.
Diberitakan sebelumnya, Habibie mengkritik keputusan Kementerian Pertahanan membeli tank Leopard. Menurut dia, tank Leopard tak cocok sebagai alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia.
"Kita impor tank Leopard itu untuk apa? Itu kan untuk negara padang pasir, bukan negara maritim," kata Habibie di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2014) silam.
"Skenario perang berubah. Sekarang pembuat tank itu mencari orang yang mau bayar besi tuanya. Pakai dong otaknya," tambahnya.

Ingin Mandiri, TNI AD Kembangkan 15 Alutsista Sendiri

Ingin Mandiri, TNI AD Kembangkan 15 Alutsista Sendiri
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebagai salah satu tumpuan digaris depan, TNI Angkatan Darat (AD) berusaha mengembangkan alat utama sistem pertahanan (alutsista). Selain tak ingi bergantung dengan negara lain, hal itu juga dapat mengirit keuangan negara.
Kepala Staf TNI AD Jenderal Budiman menyebutkan, riset yang dilakukan TNI AD bersama Universitas Surya itu meliputi nano satellite, gyrocopter, UAV (Unmananned Aerial Vehicles) autopilot atau pesawat tanpa awak (drone), simulasi tembak laser, dan GPS Tracking System APRS (Automatic Package Reporting System).
"6 Bulan lalu saya pernah berjanji, bahwa AD akan riset berbagai peralatan dalam rangka meningkatkan alutsista. Ini untuk kemandirian bangsa," kata Budiman di Mabes AD, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014).
Dirinya menjelaskan, selain harga yang miring, keuntungan lainnya adalah meminimalkan kemungkinan penyadapan terhadap alutsista tersebut. Pengembangan teknologi Indonesia ini juga dapat menghindari pembelian peralatan yang mungkin berkualitas lebih rendah dari harga sebenarnya.
"Resiko kalau kita beli di luar, pasti alat terhebatnya dipakai sendiri, layer kedua dia berikan kepada sekutunya, dan layer ketiga baru diberikan kepada kita," jelasnya.
Berikut teknologi alutsista yang dipamerkan TNI AD hari ini.
1. Pusat Penerbangan Angkatan Darat: Gyrocopter
2. Direktorat Perhubungan Angkatan Darat: nano satelit, open BTS, mesh networking communication system, radio VHF produk PT CMI Teknologi, dan battle management system
3. Direktorat Peralatan Angkatan Darat: konversi BBM ke BBG, simulasi modifikasi mobil tempur anti panas, simulasi senjata anti panas
4. Direktorat Perbekalan dan Angkutan Angkatan Darat melaksanakan kegiatan litbang energi mandiri
5. Direktorat Topografi Angkatan Darat: GPS Tracking System Automatic Package Reporting System, multirotor, dan flapping wing air vehicle
6. Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat: Unmanned Aerial Vehicles (UAV) autopilot, simulasi menembak laser gun, dan integrated optronics defence system
7. Dinas Informasi dan Pengolahan Data: migrasi jaringan IPV 4 ke IPV 6.
8. Direktorad Zeni Angkatan Darat: jammer perusak sinyal, penyala ledakan fungsi ganda, alat koreksi perkenaan senapan lapangan, aplikasi Garjas dan pola hidup sehat, serta alat pengendali senjata jarak jauh.

Anggota TNI Tewas Saat Latihan Paramotor di Ancol

Anggota TNI Tewas Saat Latihan Paramotor di Ancol
Seorang atlet paramotor peserta Bali Air Show 2014, sedang bersiap untuk takeoff, Minggu (23/2) Powered by Telkomsel BlackBerry®
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kegiatan TNI Angkatan Darat di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (29/4/2014), menelan korban jiwa. Seorang anggota TNI tewas usai jatuh dari ketinggian 20 meter saat menggelar latihan paramotor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunnews.com, peserta latihan adalah Komantan Distrik Militer 0318 Natuna, Letnan Kolonel Infanteri Hendra Heryana; pelatih Pujo dan Budi yang mempersiapkan parasut. Latihan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.
Kecelakaan terjadi pada pukul 12.30 WIB. Saat itu, payung paramotor tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan Letkol Infanteri Hendra terempas dari ketinggian 20 meter. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Koja. Sekitar pukul 14.00 WIB, korban tiba di RS untuk penanganan medis.
Sekitar pukul 16.00 WIB, korban dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Malang, korban meninggal dalam perjalanan. Jenazah disemayamkan di RSCM dan dibawa ke rumah duka di Jalan Kramat Sentiong V/E134 Jakarta Pusat.

Kapal Komando Buatan TNI AD Mampu Meyaingi Buatan Eropa

Kapal Komando Buatan TNI AD Mampu Meyaingi Buatan Eropa
Kapal TNI yang rencananya diupgrade sehingga memiliki kecepatan maksimal 30 knot
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA   Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman menyebutkan, pihaknya menggelontorkan dana sekitar Rp 12 miliar untuk riset dan membangun Kapal Motor Cepat (KCM) Komando.

Menurutnya, dengan kapal sejenis yang dijual Finlandia harganya mencapai dua kali lipat atau Rp 24 miliar.

"Biayanya Rp12 miliar dari mulai riset hingga pemasangan senjatannya," kata Budiman dalam peluncuran KMC Komando, di Pantai ABC Ancol, Jakarta Utara, Selasa (29/4/2014).

Budiman menjelaskan, dengan spesifikasi yang sama dirinya mengklaim kapal buatan TNI AD mampu meyaingi negara di Eropa tersebut.
Menurutnya, saat ini TNI AD sedang menggarap 10 unit KMC Komando. Dua unit hasil pesanan 2013 telah selesai dan diuji coba tadi pagi. Sementara itu, delapan unit akan hadir pada tahun ini.

"Mudah-mudahan Juni selesai," ujarnya.

Budiman pun mengaku puas dengan performa yang ditunjukan oleh KMC Komando pada uji coba tadi pagi.

"Hasilnya sangat memuaskan. Kecepatan tinggi bisa tepat sasaran. Hasilnya sangat bagus," katanya.

Diketahui hari ini TNI AD melakukan uji coba peluncuran KCM. Selain mampu bermanuver dengan lihai di atas air, alat utama sistem senjatanya (alutsista) mampu menembakan peluru dengan akurasi yang tinggi walau sedang dalam kecepatan maksimal.

TNI AD Demonstrasi Tembak Kapal Motor Cepat Komando di Ancol


 TNI AD Demonstrasi Tembak Kapal Motor Cepat Komando di Ancol

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman meluncurkan Kapal Motor Cepat (KMC) Komando yang merupakan hasil riset dan rancang bangun personel TNI AD menggandeng tenaga ahli di Pantai ABC Ancol, Jakarta Utara, Selasa (29/4/2014).
Budiman menjelaskan, uji coba kapal yang diklaim mampu beroperasi di daerah rawa, laut, sungai dan pantai itu mampu mengangkut 31 penumpang dan tiga anak buah kapal (ABK). "Dengan modernisasi alat ini, saya harapkan para prajurit dapat semakin tangguh di berbagai bidang medan tempur," kata Budiman kepada wartawan, Selasa (29/4/2014) pagi.
Budiman menegaskan, kapal ciptaan dalam negeri itu digarap dengan harga Rp12 miliar. Setengah dari harga jika TNI AD membeli dari negara lain. Budiman menuturkan, pihaknya telah menciptakan 10 unit KMC Komando. Biaya yang dihabiskan per unitnya mencapai Rp12 Miliar. Biaya itu sudah termasuk biaya riset hingga biaya produksi kapal tersebut.
KMC 'Komando' ini memiliki berbagai kemampuan yang mumpuni. Ia dapat dioperasikan di daerah rawa, laut, sungai, dan pantai. Kapal ini juga mampu digunakan untuk pendaratkan pasukan di pantai. Kapal dengan cat hijau itu juga mampu berlayar terus menerus sejauh 250 Nautical Mile.
Selain demonstrasi KMC, pada kesempatan ini TNI AD juga memamerkan peralatan hasil riset litbang seperti UAV/Super Drone, Senjata Laser, Integrated Optronic Defence System, Gyrocopter, Multi Rotor, Flapping Bird.
Sedangkan untuk materi alat utama perbekalan dan angkutan seperti LCU dan uji coba penembakan dengan Remote Weapone Station (RWS).

Panglima TNI Buka Latgab Pengamanan Perbatasan Laut Indonesia-Malaysia

Panglima TNI Buka Latgab Pengamanan Perbatasan Laut Indonesia-Malaysia
Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko membuka Latihan Operasi Gabungan Pengamanan Perbatasan Laut Indonesia dan Malaysia melalui teleconference, di ruang Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) Mabes TNI Cilangkap, Rabu (7/5/2014).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAPanglima TNI Jenderal TNI Moeldoko membuka Latihan Operasi Gabungan Pengamanan Perbatasan Laut Indonesia dan Malaysia melalui
teleconference, di ruang Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) Mabes TNI Cilangkap, Rabu (7/5/2014).

Melalui teleconference tersebut, Pangarmatim Laksda TNI Agung Pramono, selaku Komando Pengendalian Operasi Pangkogasgab Ambalat, melaporkan tentang tugas pokok yang dilaksanakan Komando Tugas Gabungan Ambalat.
Yaitu melaksanakan operasi pengamanan perbatasan wilayah laut dan udara serta operasi lawan udara ofensif dan operasi dukungan udara di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia selama tahun 2014, di sekitar perairan Karang Unarang, Blok Ambalat, Laut Sulawesi.

Lebih lanjut dikatakan, Komando Tugas Gabungan Ambalat dipimpin oleh Pangkogasgab sedangkan Wapangkogasgab adalah Pangkosek Hanudnas II. Dalam melaksanakan tugasnya Pangkogasgab dibantu oleh 4 (empat) orang asisten, terdiri dari Asintel Pangkogasgab yang dijabat Asintel Pangarmatim, Asops Pangkogasgab dijabat oleh Asops Pangarmatim, Asminlog Pangkogasgab dijabat oleh Aslog Kaskoopsau II dan Askomlek dijabat oleh Askomlek Pangkosek Hanudnas II.

Dalam melaksanakan fungsi Komando di lapangan, Pangkogasgab Ambalat membawahi Komando Tugas Laut yang dijabat oleh Danguspurlatim sebagai Dankogasla dan Komando Tugas Udara yang dijabat oleh Danlanud Hasanuddin sebagai Dankogasud.
Komando Tugas Laut membawahi Satgasla yang terdiri dari KRI dan pesawat udara, sementara Dansatgasduk terdiri dari Pangkalan dan Marinir sedangkan Komando Tugas Udara membawahi Satgaspur, Satgas Dukpur, Satgas Hanud, Satgas Paskhas dan Satgas Info.

Jenderal TNI Moeldoko dalam teleconferencenya menyampaikan, apabila Pangkogabwilhan atau Kogabwilhan sudah ada maka operasi gardu perbatasan yang dijalankan oleh Pangdam VII/Wirabuana dan Pangdam VI/Mulawarman maka operasi laut dan udara pada akhirnya akan dibawah kendali Pangkogabwilhan.
"Untuk itu, ini adalah sebuah embrio yang sangat baik yang akan diproyeksikan pada operasi ke depan," kata Moeldoko, Rabu (7/5/2014).

Kedua, Moeldoko menekankan dan memerintahkan kepada seluruh jajaran agar mentaati asas komando dan pengendalian serta tidak ada yang melakukan kegiatan tanpa atau diluar komando pengendalian Pangkogasgab.
Ketiga, Panglima TNI mengatakan ke seluruh jajaran bahwa deterent factor hanya akan bisa dibangun atas dasar munculnya kewibawaan, baik kewibawaan di darat, laut maupun udara.

"Operasi ini harus sungguh-sungguh memberikan deterent effect yang luar biasa, saya tidak menginginkan operasi berjalan apa adanya dan operasi ini harus sungguh -sungguh serta bisa memberikan deterent effect yang luar biasa," kata Panglima TNI.

Lebih lanjut Moeldoko memerintahkan, agar Pangkogasgab memiliki buku besar yang berisi tentang hasil-hasil evaluasi latihan hari perhari dan diadakan pencatatan dengan baik.
"Karena ini nantinya akan menjadi dokumen yang sangat bagus untuk digunakan pada generasi penerus di dalam menjalankan tugasnya kedepan, sehingga tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sama dengan yang kita lakukan dan kita harus memberikan learning organization pada bawahan kita dengan baik," ujarnya.
Dalam acara ini Panglima TNI didampingi didampingi Irjen (Inspektur Jenderal) TNI Letjen TNI Geerhan Lantara, Asops (Asisten Operasi) Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan, Asrenum (Asisten Perencanaan Umum) Panglima TNI Mayjen TNI Muktiyanto, Askomlek (Asisten Komunikasi dan Elektronika) Panglima TNI Mayjen Bambang Agus Margono dan Kapuspen (Kepala Pusat Penerangan) TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya.

Kehebatan Para Perempuan yang Bergabung di Korps Angkatan Laut

Kehebatan Para Perempuan yang Bergabung di Korps Angkatan Laut - BRT_03.jpg


Senin, 6 Januari 2014 17:32 WIB
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara militer Peringatan HUT ke-51 Kowal (Korps Wanita Angkatan Laut) di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/1/2014).

Dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com, menurut Kasal, dalam perjalanan dan pengabdiannya sebagai prajurit hingga mencapai usia 51 tahun, Kowal telah  membuktikan kiprahnya dengan baik dalam melaksanakan tugas di staf maupun di medan operasi. Hal tersebut diaplikasikan, antara lain dengan keikutsertaan Kowal dalam misi perdamaian dunia yang tergabung dalam Pasukan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) dan MONUC (Mission the I’organisation des Nations Unies en Congo).

Pada bidang olahraga, Kowal ikut berpartisipasi dalam event kejuaraan Terjun Payung Olimpiade Militer Dunia ke-5 di Rio de Janeiro Brasil, kejuaraan Taekwondo Olimpiade Militer (CISM) di Vietnam, Sea Games Futsal di Myanmar, dan meraih medali emas pada Kejuaraan Dayung di Bali, Pekan Baru dan Tanjung Pinang, serta meraih prestasi sebagai juara 3 Kempo Randori Putri di PON ke-17 Kalimantan Timur dan meraih juara 2 kejuaraan Bola Volly  di Kejurnas Bali.

“Hal tersebut merupakan salah satu bentuk konstribusi positif Kowal dalam pengabdiannya kepada TNI Angkatan Laut, bangsa dan negara”, tegas Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio. Kowal sendiri genap berusia 51 tahun pada 5 Januari 2014, dan pada tahun ini peringatan  HUT Kowal mengangkat tema  “Dengan Semangat Kebersamaan Kita Tingkatkan Kualitas Pembinaan Personel Kowal, Guna Meningkatkan Profesionalisme Prajurit Berkelas Dunia”.

Selain melaksanakan upacara yang menjadi puncak peringatan HUT ke-51 Kowal, telah dilaksanakan juga berbagai rangkaian kegiatan yaitu, ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada 19 Desember, yang melibatkan 300 personel Kowal se-wilayah Jakarta, serta dilaksanakan juga kegiatan olahraga bersama yang dipimpin langsung oleh Kasal bertempat di Gedung Serba Guna Mabesal pada 31 Desember 2013 dengan melibatkan 700 personel Kowal.

Upacara militer sebagai puncak kegiatan HUT Kowal diselenggarakan dengan tujuan untuk mengenang kembali sejarah kelahiran Kowal pada tanggal 5 Januari 1963, sekaligus sebagai momentum yang tepat untuk menggelorakan tekad dan semangat serta cita-cita luhur wanita Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penganugerahan tanda jasa kepada personel Kowal yang telah memberikan dedikasi luar biasa kepada bangsa dan negara, yaitu kepada Mayor Laut (KH/W) Riana Dewi Mariana, S.Pd menerima Satya Lencana Santi Dharma karena dedikasinya yang telah bergabung dengan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), dan penerima Satya Lencana Wira Nusa Sertu PDK/W Maria De Fatima karena dedikasinya yang telah bertugas di wilayah pulau terluar.

Bertindak sebagai Komandan Upacara pada Peringatan HUT ke-51 Kowal tahun 2014, yaitu Letkol Laut (S/W) Erna Fauziah, S.E., yang sehari-harinya berdinas di Dinas Keuangan Angkatan Laut (Diskual). Upacara tersebut melibatkan  600  prajurit Kowal, yang dibagi dalam dua batalyon pasukan, terdiri dari dua kompi Perwira Menengah, satu kompi Perwira Pertama, satu kompi Bintara Tinggi, dan empat kompi Bintara.

Seusai upacara dilanjutkan dengan acara syukuran dan ramah tamah yang di meriahkan diantaranya oleh lagu-lagu daerah, Standing Up Comedy Mudy Taylor, dan tarian nusantara. Dalam kesempatan tersebut Kasal  memberikan penghargaan kepada perwakilan atlet TNI AL yang berprestasi dan tali asih kepada beberapa mantan Kowal.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Ketua Umum Jalasenastri Ny. Penny Marsetio selaku Ibu Catraratnanggadi Jalakanyasena, para Pangkotama Wilayah Barat, Pejabat Teras Mabesal, dan Pengurus Pusat Jalasenastri.



Tentara Nasional Indonesia Ada Apa Jenderal Asal Italia Kunjungi Personel TNI di Lebanon?



 TRIBUNNEWS.COM - Force Commander UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) Mayor Jenderal Paolo Serra yang berasal dari negara Italia bersama lima orang stafnya, mengunjungi Satuan Tugas Indonesian Battalion (Satgas Indobatt) Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL di UN Posn 7-1, Desa Adshid al-Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (21/11/2013).
 Dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com, Jumat (22/11/2013), kedatangan Jenderal Italia dan rombongan yang menggunakan pesawat heli jenis Bell dan mendarat di Helipad Mako Indobatt tepat pukul 10.00 waktu Lebanon, diterima oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Indobatt Letkol Inf Lucky Avianto beserta Wadansatgas Mayor Inf Pio L. Nainggolan dan para Komandan Kompi. Selanjutnya, menerima paparan singkat dari Dansatgas Indobatt tentang sejauhmana keberadaan dan peran Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL dalam mengemban Misi Perdamaian di Lebanon.
Dalam kesempatan tersebut, Force Commander Mayor Jenderal Paolo Serra menyampaikan bahwa ia selalu mengamati tentang perkembangan Satgas Indobatt yang berada di Sektor Timur UNIFIL dan merasa senang akan keberadaan Prajurit TNI yang tergabung dalam Peacekeepers-UNIFIL. “Satgas Indobatt tidak hanya mampu bertindak sebagai Peacekeepers melainkan juga Kontingen yang handal, hal tersebut terbukti dari beberapa kejuaran yang digelar oleh UNIFIL dan Indobatt lah sebagai juara umumnya”, ujarnya.

Usai menerima paparan, Jenderal Italia dan rombongan menuju Lapangan Sukarno Markas Indobatt, untuk melihat secara langsung Alutsista yang dimiliki Satgas Indobatt. Menurutnya, Indonesia yang bisa memproduksi Ranpur Jenis Anoa dan Senjata melalui PT. Pindad, keberadaannya tentu tidak bisa dilihat sebelah mata. “Saya merasa kagum, apa yang dimiliki Satgas Indobatt sekarang ini sudah merupakan standar dalam melaksanakan Misi Perdamaian”, kata Force Commander.

Diakhir kunjungannya, Force Commander UNIFIL Mayor Jenderal Paolo Serra dan Komandan Satgas Indobatt saling bertukar cinderamata, serta foto bersama.

Prajurit Perdamaian TNI dan Tentara Perancis Gelar Latihan Menembak di Lebanon

 Prajurit Perdamaian TNI dan Tentara Perancis Gelar Latihan Menembak di Lebanon


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indobatt (Indonesian Batallion) yang tengah melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon menggelar latihan menembak bersama Tentara Perancis (FCR/ Force Commander Reserve) di Lapangan Tembak Sektor Timur Ebel El Saqi, Lebanon Selatan.
Acara latihan menembak tersebut disaksikan langsung oleh Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf M. Asmi, Komandan FCR Kolonel Loic Mizon, Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Ade Rony serta para prajurit dari kedua Kontingen.
Latihan menembak ini bertujuan untuk bertukar ilmu dan pengalaman diantara kedua pasukan, terutama di bidang senjata dan kemampuan militer.
Disamping itu, latihan bersama ini juga untuk menjalin hubungan dan kerjasama yang kuat antara kedua negara yang berada di jajaran Sektor Timur Unifil. Dalam latihan menembak tersebut, masing-masing kontingen mengirimkan satu peleton terbaiknya.
Tim penembak Satgas Indobatt berhasil memukau pasukan FCR dengan keakuratan senjata SS2 buatan PT. Pindad.
Di akhir sesi latihan, diadakan Games Competition yang mana dibentuk dua tim campuran dengan senjata yang campuran pula. Sehingga pasukan peacekeeper Indonesia bisa merasakan  menembak dengan menggunakan senjata Famas yang dimiliki oleh FCR, dan begitu pula sebaliknya.

Rusia Ingin Memulai Perang Dunia Ketiga di Ukraina

Rusia Ingin Memulai Perang Dunia Ketiga di Ukraina
Seorang pria sambil membawa bendera Rusia menyambut rombongan pasukan bersenjata di desa Perevalne dekat ibu kota Crimea, Simferopol, Senin (3/3/2014).
TRIBUNNEWS.COM - Rusia dituduh ingin memulai "perang dunia ketiga" dengan menyerang Ukraina. Hal itu dilontarkan Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk, Jumat (25/4/2014). Yatsenyuk meminta bantuan internasional untuk melawan "agresi Rusia".
"Upaya agresif militer Rusia di Ukraina akan menimbulkan konflik di Eropa," katanya dalam sidang kabinet yang disiarkan televisi.
"Dunia tidak melupakan Perang Dunia Kedua dan Rusia ingin memulai perang dunia ketiga," katanya.
"Dukungan Rusia terhadap para teroris di Ukraina merupakan kejahatan internasional dan kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bersatu melawan agresi Rusia."
Pemerintah Kiev yang didukung Barat berkeyakinan Moskwa sedang memicu pemberontakan separatis di Ukraina timur.
Rusia pada Kamis mengumumkan, pihaknya meluncurkan latihan militer baru di perbatasan dengan Ukraina dalam menanggapi sebuah operasi "anti-teroris" Kiev yang bertujuan untuk melawan para pemberontak pro-Kremlin.
Menurut NATO, sekitar 40.000 tentara Rusia telah berkumpul di perbatasan. NATO juga mengatakan bahwa pasukan itu tampaknya berada dalam kondisi siap menyerang.(AFP)

Separatis Ukraina Timur Minta Bantuan Presiden Rusia

Separatis Ukraina Timur Minta Bantuan Presiden Rusia
Vladimir Putin dan Berlusconi

TRIBUNNEWS.COM, KIEV - Kelompok separatis pro-Rusia, Kamis (10/4/2014), mendirikan barikade pertahanan di depan kantor biro keamanan negara di kota Luhansk, wilayah timur Ukraina.
Mereka juga meminta bantuan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pemerintah Ukraina mengancam akan menggunakan kekerasan untuk menegakkan aturan di kota itu.
Para pengunjuk rasa juga melakukan pembicaraan untuk mencairkan kebuntuan terkait tawaran pengampunan yang disampaikan parlemen Ukraina jika para pengunjuk rasa meletakkan senjata dan meninggalkan gedung itu.
Gedung yang di masa pemerintahan Uni Soviet adalah markas dinas rahasia KGB adalah satu dari tiga gedung pemerintah di Ukraina timur yang diduduki para aktivis pro-Rusia yang menuntut referendum atau kemerdekaan.
Ketegangan meningkat di wilayah timur Ukraina yang dihuni warga berbahasa Rusia sejak presiden Viktor Yanukovych yang pro-Moskwa digulingkan kelompok pro-Barat.
Dalam sebuah jumpa pers yang digelar Rabu malam, Valery Bolikov yang mengaku sebagai perwakilan dari markas angkatan darat wilayah selatan dan timur, mengatakan pembicaraan dengan pemerintah telah gagal mencapai kesepakatan.
"Dalam pembicaraan itu ada sejumlah isu yang dibicarakan namun mereka belum memberikan konklusi yang logis," kata Bolikov.
Meski sejumlah pengunjuk rasa mengingnkan wilayah itu bergabung dengan Rusia, namun menurut Bolikov tuntutan mereka hanyalah referendum untuk memberi Lushanks otonomi lebih luas di bawah federasi Ukraina.
"Kami akan meninggalkan gedung ini jika tuntutan kami soal referendum dan federalisasi dipenuhi pemerintah," ujar Bolikov.
Di ruang pertemuan, sejumlah pria yang mengenakan topeng menenteng senapan serbu AK-47, pistol dan senjata api lainnya berbaris di koridor utama gedung itu.
Sebelumnya, para aktivis pro-Rusia menduduki sejumlah gedung pemerintahan di kota Donetsk, Kharkiv dan Luhanks. Mereka menuntut digelarnya referendum seperti yang terjadi di Crimea belum lama ini. (AFP/Kompascom)

Senin, 05 Mei 2014

Kasau Kunjungi Satbravo 90 Paskhas

 Kasau Kunjungi Satbravo 90 Paskhas 
PASKHAS (5/5),- Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia  didampingi Asops Kasau Marsda TNI Bagus Puruhito, Dankorpaskhas Marsda TNI Harpin Ondeh Waaspers Kasau Marsma TNI Sugiharjo, Kadispenau Marsma TNI Hadi Tjahjanto dan Pejabat lainnya melakukan kunjungan kerja ke Satuan Bravo 90 Paskhas, di Detasemen Rumpin, Bogor,  Jumat (2/5).
Dalam kunjunan kerjanya Kasau dan rombongan diterima Komandan Wing 4 Bogor Kolonel Pnb Tarjoni, Kadisops Lanud Atang Senjaya Kolonel Pnb Suryono Sulian, Dansat Bravo 90 Paskhas Kolonel Psk Novla Mirsyah, dan Perwira Staf lainnya.
Pada kesempatan tersebut Kasau meninjau fasilitas Tower Detasemen Rumpin yang telah selesai dibangun, Markas Satuan Bravo 90, Simulator Tembak 360 derajat dan lapangan Tembak Satuan Bravo 90 Paskhas sekaligus mencoba menembak dengan menggunakan senjata laras pendek jenis Pistol Glock-17 bersama Pejabat  yang mendampingi lainnya.
Disamping itu, Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia menerima paparan Komando dari Dansatbravo 90 Paskhas Kolonel Psk Novla Mirsyah tentang kondisi dibidang operasi, personil maupun logistik dan tugas pokok Satuan.
Kasau mengatakan, Satuan Bravo 90 Paskhas merupakan satuan yang terbaik  yang dibanggakan TNI Angkatan Udara, untuk itu dalam melaksanakan tugas pokok Satuan harus dapat menyiapkan personil, materi, dan peralatan  guna melaksanakan tugas dengan hasil terbaik sehingga Satbravo 90 Paskhas tetap menjadi yang terbaik.

Patriotisme BRIsat di orbit luar angkasa




Patriotisme BRIsat di orbit luar angkasa
Satelit. bataraemas.com
Reporter : Dahlan Iskan | Senin, 5 Mei 2014 05:30
- Dari Tual terbang ke Bali. Dulu jual sekarang beli. Itulah pantun yang tiba-tiba diucapkan seorang tokoh saat berada di dalam lift kantor pusat Bank Rakyat Indonesia ( BRI ).
Hari itu Direktur Utama BRI , Sofyan Basyir, menandatangani kontrak pembelian satelit dari perusahaan Amerika Serikat Space System/Loral, LLC. Satelit itu akan diluncurkan oleh perusahaan Prancis, Arianespace.
Presiden SBY hadir di acara itu meski tidak memberi pidato sambutan. Saya dan Menkominfo Tifatul Sembiring mendampingi beliau. Banyak pertanyaan wartawan setelah itu: Perlukah BRI beli satelit sendiri? Mengapa dilakukan sekarang ketika mau pilpres?
Saya sudah biasa menerima pertanyaan yang menyelidik seperti itu. Jadi jawabannya pun juga sudah di luar kepala.
Yang paling tahu perlu beli satelit sendiri atau tidak tentu manajemen BRI sendiri. "Kalau Indonesia itu seperti Tiongkok atau India, memang tidak perlu," jawab Sofyan Basyir, Dirut BRI . Dua negara itu berupa daratan (mainland). Komunikasinya bisa lewat kabel.
Tapi Indonesia ini berpulau-pulau, jarak dari barat sampai ke timurnya 5.200 km. Jaringan BRI menyebar ke seluruh pelosok dan ke seluruh pulau.
"Kalau BRI sudah puas seperti ini, juga tidak perlu satelit," tambahnya.
Meski BRI sudah menjadi bank yang sangat besar, harus terus berkembang. Besar untuk ukuran Indonesia belum besar untuk ukuran dunia. BRI sudah menjadi micro banking terbesar di dunia. Sistemnya harus benar-benar kuat. Sistem teknologi informasinya harus benar-benar modern.
Masih ada lagi. "Kalau harga satelit itu mahal, juga tidak perlu," kata Sofyan Basyir. Bagi BRI , dengan laba tahun lalu Rp 21,5 triliun, pengadaan satelit ini berada dalam jangkauan kemampuannya. Apalagi pengeluaran rutin untuk komunikasinya sudah mencapai Rp 500 miliar setahun.
"Kalau punya satelit sendiri pengeluaran itu bisa turun menjadi kurang dari Rp 250 miliar setahun. Ada penghematan Rp 250 miliar setahun," ujar Sofyan.
Saya memang menyetujui langkah besar BRI ini. Dengan demikian BRI bisa memberikan pelayanan lebik baik. Bahkan bisa leluasa membuka jaringan di pulau sejauh apa pun dan seterpencil apa pun. Pulau-pulau yang jauh itu tidak lagi jauh secara sistem. Semuanya bisa dikontrol secara tersentral dan real time.
Tapi mengapa dilakukan sekarang? Ketika dekat pilpres? Pertanyaan ini sama sekali tidak relevan. Sebuah korporasi harus tetap bergerak di saat apa pun. Sebelum pilpres atau sesudah pilpres. Korporasi bukan institusi politik dengan siklus politiknya.
Bila kita melakukan sesuatu di hari Senin, akan ditanya mengapa tidak Selasa. Dilakukan Selasa pun pasti akan ditanya mengapa tidak Rabu! Tidak akan ada habis-habisnya.
Saya ingin terus mendorong BRI maju. Mumpung momentumnya tepat. Kadang momentum muncul hanya sekali. Kalau tidak dimanfaatkan bisa lewat begitu saja.
Apalagi pembelian satelit oleh BRI ini mengandung unsur patriotisme dan kebanggaan nasional yang tinggi. Ini bukan pidato tentang patriotisme. Ini langkah nyata.
Kapling orbit satelit ini dulunya milik Indonesia. Jelasnya milik Indosat. Namun ketika Indosat dijual tahun 2002, satelit tersebut ikut terjual. Kapling satelit itulah yang kini "direbut" kembali oleh BRI .
Tidak gampang. Sulit. Sangat sulit. Saya bersyukur usaha yang ruwet itu akhirnya berhasil.
BRI (dan kita semua) sangat berterima kasih kepada Menkominfo Tifatul Sembiring. Beliaulah yang berada di depan untuk berjuang mendapatkan kembali kapling satelit itu. Tentu juga mendapat dukungan penuh Bapak Presiden SBY. Perjuangan satelit ini tidak kalah heroiknya dibanding dengan perjuangan mendapatkan Inalum tahun lalu.
Seandainya perjuangan "merebut" kembali kapling satelit ini tidak sulit, tidak perlu memakan waktu. Pembelian satelit itu pun sudah bisa dilakukan tahun lalu. Bukan menjelang pilpres begini.
Satelit itu nanti diberi nama BRIsat. Akan diluncurkan dari pulau kecil Guyana di pesisir Karibia, Amerika Selatan. Satelitnya sendiri dibuat di AS. Lalu diangkut ke Prancis. Dari Prancis dinaikkan kapal feri ke Guyana, memakan waktu lebih satu bulan. Tergantung cuaca dan gelombang laut.
Setelah diluncurkan dari Guyana, hanya dalam waktu 29 menit BRIsat sudah berada di ketinggian 35.000 km. Dari luar angkasa sana BRIsat bisa meng-cover wilayan seluruh Indonesia, Asia Tenggara, sampai Australia Barat.
Lokasi BRIsat adalah orbit terbaik. Di orbit ini mestinya hanya bisa diisi 360 satelit, karena mereka harus dideretkan di tiap derajat dari 360 derajat keliling bumi. Orbit ini jadi rebutan semua negara.
Saking banyaknya negara yang mengincarnya sampai-sampai kompromi harus dilakukan. Di lokasi yang mestinya diisi 360 satelit itu kini sudah diisi lebih dari 900 satelit! Alangkah padatnya. Alangkah berjejalnya. Betapa penuhnya orbit itu. Satelit dari seluruh dunia.
Itulah sebabnya apa yang dilakukan BRI ini sungguh heroik! Terlambat sedikit lokasi itu bisa jatuh ke negara lain.
Dengan langkah ini pula BRI bisa menarik pulang ahli-ahli satelit kita yang selama ini bekerja di luar negeri. Anak-anak bangsa itu dulunya disekolahkan Pak Habibie ke luar negeri. Lalu tidak pulang karena kondisi ekonomi kita yang terpuruk.
Salah satu di antara mereka adalah Dr Ir Meiditomo Sutyarjoko, MSEE. Dia benar-benar ahli satelit yang dipercaya oleh dunia maju. Suatu hari, dua tahun lalu, Meiditomo liburan ke Jakarta. Dia memperkenalkan diri kepada saya. Meiditomo mengatakan suatu saat nanti Indonesia harus bisa meluncurkan satelitnya sendiri. Dia merasa mampu.
Meiditomo (adik kandung ahli nuklir kita Yudiutomo Imarjoko, Dirut PT Batantek) juga sudah melakukan studi di pantai mana di Indonesia ini yang terbaik untuk tempat peluncuran satelit.
Lokasi itu, kata Meiditomo "terbaik di dunia". Dia lantas menyebutkan nama lokasi yang ternyata sudah pernah saya kunjungi. "Lurus langsung menuju orbit," katanya. Kita punya lokasi peluncuran satelit yang posisinya terbaik di dunia!
Kini ada satu tim ahli satelit bangsa sendiri yang pulang ke Indonesia. Mereka menjadi pegawai Bank BRI . BRIsat memang akan dikelola BRI sendiri. Bukan dikelola, misalnya, anak perusahaan.
"Kami ingin satelit ini tidak pernah dijual," kata Sofyan Basyir. "Kalau dimiliki anak perusahaan bisa-bisa nanti ujung-ujungnya dijual," tambahnya.
Saya dukung sepenuh-penuhnya.

China bakal tingkatkan kerja sama militer dengan Iran

China bakal tingkatkan kerja sama militer dengan Iran
China-Iran. istimewa ©2014 Merdeka.com
 Merdeka.com - Bisa jadi Amerika Serikat dan sekutunya sedikit khawatir. Ini lantaran China menegaskan ingin memperdalam hubungan pertahanan dan militer dengan Iran.

Situs asiaone.com melaporkan, Senin (5/5), Menteri Pertahanan China Chang Wanquan mengatakan hal ini pada Menteri Pertahanan Iran Hussein Dehqan. Selama ini kedua negara masih menjalani hubungan dagang meski Amerika sudah memberikan sanksi ekonomi namun China tak mematuhinya.
Selama ini pula keduanya mempunyai hubungan positif dan stabil. "Kami memutuskan untuk lebih mempererat dan memperkuat angkatan bersenjata dan pelatihan kemiliteran bersama dengan Iran," ujar Chang seperti dikutip kantor berita Xinhua.

Keduanya menjamin tetap menjaga perdamaian dan stabilitas regional. China juga telah mengekspor senjata ke Iran dan dua bulan lalu pemerintah Ibu Kota Beijing meradang pada Ibu Kota Washington D.C lantaran pengusaha asal negaranya dituding mengadakan suku cadang bagi rudal Negeri Mullah.
[din]

Tim Inspeksi PBB Laksanakan “COE Inspection” Terhadap KRI FKO-368 di Beirut

 Tim Inspeksi PBB Laksanakan “COE Inspection” Terhadap KRI FKO-368 di Beirut
SATGASMTF (5/5),- Sebagai salah satu unit dari  Maritime Task Force (MTF) di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-F/UNIFIL telah menerima kedatangan Tim Inspeksi dari PBB untuk melaksanakan Contingent Owned Equipment (COE) Inspection. Dalam hal ini, PBB memiliki tanggung jawab untuk meyakinkan bahwa KRI FKO-368 sebagai salah satu unit MTF, telah dilengkapi dengan segala peralatan/perlengkapan serta material lainnya sesuai dengan permintaan dari UNIFIL. Selain daripada itu, PBB juga diberikan kuasa untuk memeriksa status, kondisi dan kuantitas dari peralatan/perlengkapan yang berada di KRI FKO-368, Beirut, Jumat (02/04).
Ini merupakan inspeksi pertama sejak KRI FKO-368 tiba di Beirut dan Inchop pada tanggal 8 April 2014, dimana inspeksi ini akan dilaksanakan secara berkala setiap 3 bulan sekali selama berada dan bergabung dalam MTF. Adapun Tim Inspeksi dari PBB yang datang adalah Mrs. Lazareva Alexandra selaku COE Inspector didampingi salah satu Stafnya yaitu: Mr. Pasquie Bertrand. Inspector dari MAROPS UNIFIL, CDR Sebastian Kruseona (Germany Navy) yang sehari-hari menjabat sebagai Deputy Chief Marops, didampingi oleh LTCDR. Enjin Candemir (Turkey Navy) Marops-PlanJJO, serta Mayor Laut (P) Didik Siswinardi sebagai Staf Pendamping dari Naval Operation Center (NOC).
Letkol Laut (P) Ade Nanno Suwardi selaku Komandan KRI FKO-368 menerima dan menyambut secara langsung Tim Inspeksi dari PBB di Lounge Room Perwira, yang dilanjutkan dengan pelaksanaan inspeksi.
Setelah proses pemeriksaan administrasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan secara fisik terhadap segala peralatan/perlengkapan yang dimaksud dalam check list tersebut di atas.    
Kegiatan COE Inspection ditutup dengan penandatanganan Verification Inspection Worksheet-Letter of Assist oleh COE Inspector, Marops Inspector dan Komandan KRI FKO-368.

Stand Makanan Indobatt Diserbu Pengunjung Multinational Culture and Culinary Festival

 Stand Makanan Indobatt  Diserbu Pengunjung <I>Multinational Culture and Culinary Festival</I>
PUSPEN TNI (5/5),-  Stand makanan yang disediakan oleh Satgas Indobatt menjadi incaran pengunjung yang hadir dalam acara Multinational Culture and Culinary Festival di Aula Sector East HQ UN Position 7-2 Ibil As Saqy, Minggu siang (4/5). 
Antrian para peacekeeper dari berbagai negara sahabat di wilayah Sector East tampak mengular di beberapa stand makanan yang disediakan sejumlah kontingen di wilayah Sector East. Beberapa kontingen yang membuka stand makanan yaitu Indonesia, India, Nepal, El Savador, Serbia dan Spain. 
Di hari festival itu, para tentara yang hadir bergoyang lidah, melahap setiap makanan dan minuman yang tersaji. Dari sejumlah stand makanan yang paling ramai dikunjungi, adalah stand Indobatt yang menyediakan lontong dan sate ayam. 
"Saya senang dan puas kalau pengunjung ternyata senang dengan sate dan lontong yang telah kami sediakan. Sebanyak kurang lebih 800 tusuk sate ayam dan lontong ludes dalam waktu sekejap," ungkap Pasilog Satgas Indobatt XXIII-H Kapten Kal Dedi Apriantoni dan Pa Food Indobatt Lettu Cba (Kowad) Lusy Feriyanti. 
Tidak hanya para prajurit TNI saja yang suka sate ayam, ternyata para tentara dari negara lain pun juga suka makan sate ayam. Seperti yang dilakukan oleh Carricondo salah seorang tentara dari Spainbatt yang tampak sedang mengantri di stand Indobatt. 
Momen seperti ini diakui para peacekeeper yang tengah bertugas di Lebanon merupakan salah satu event yang tepat guna menjalin hubungan dan kerjasama antara prajurit kontingen yang satu dengan prajurit dari kontingen lainnya.

Presiden SBY Terbang Perdana dengan Pesawat Kepresidenan

Senin, 05 Mei 2014

Pesawat Kepresidenan RI
JAKARTA (MI) : Presiden Susilo Bambang Yudhyonono bertolak ke Denpasar, Bali, untuk menghadiri konferensi regional Open Government Partnership (OGP) Asia-Pasifik pada Senin (5/5/2014) siang. Ini merupakan kunjungan kerja pertama Presiden dengan menggunakan pesawat kepresidenan, yang baru saja tiba di Jakarta pada 10 April 2014.

Keberangkatan Presiden tersebut dilakukan seusai menerima kunjungan kehormatan dari Putera Mahkota Brunei Darussalam di Istana Negara. Presiden sempat ditanya wartawan bagaimana rasanya terbang perdana dengan menggunakan pesawat Boeing Business Jet 2 (BBJ-2) itu. "Saya belum bisa jawab karena belum pernah terbang," ujar Presiden yang disambut tawa para menteri dan para wartawan.

Presiden Yudhoyono mengatakan, selama 10 tahun memimpin negara, dia bersyukur akhirnya pemerintah bisa berhemat dengan hadirnya pesawat kepresidenan itu. "Alhamdulillah, enam bulan terakhir bisa menggunakan pesawat yang akhirnya bisa berhemat untuk anggaran kita," kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan, pesawat yang dibeli seharga Rp 840 miliar itu bukan untuk dirinya, melainkan untuk presiden yang akan datang. Pesawat baru kepresidenan ini dirancang dengan kelengkapan 4 VVIP class meeting room, 2 VVIP class state room, 12 executive area, dan 44 staff area. Interior pesawat didesain agar dapat mengakomodasi hingga 67 orang penumpang. Jumlah itu disebut cukup untuk sebuah rombongan presiden.

Boeing Business-Jet 2 seri 737-800NG tersebut mampu terbang dengan ketinggian maksimal 41.000 kaki selama 10 jam, memiliki kecepatan jelajah maksimum 0,785 mach dan kecepatan maksimum 0,85 mach. Pesawat ini juga dilengkapi perangkat keamanan dan tangki bahan bakar telah ditambah untuk daya jangkau sampai dengan 10.000 kilometer. Dengan kemampuan itu, pesawat ini lebih dari cukup untuk menjangkau seluruh pelosok Tanah Air dan tugas kepresidenan di negara sahabat. Jenis pesawat ini juga digunakan maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia.

Selama tiga hari, pesawat ini akan menemani Presiden Yudhoyono bersama rombongan para menteri yang menghadiri konferensi OGP pada 6-7 Mei 2014 di Nusa Dua, Bali. Indonesia merupakan salah satu negara perintis OGP. Tahun ini, Indonesia memperoleh kehormatan sebagai Ketua OGP da Meksiko sebagai co-chair. Negara lain yang menjadi perintis OGP adalah Brasil, Norwegia, Filipina, Afrika Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat. Dibentuk pada September 2011, OGP kini sudah beranggotakan 64 negara

 

Minggu, 04 Mei 2014

Ukraina di Ambang Terjadinya Perang Saudara






Dua hari sudah terjadinya kekacauan dan kekerasan di timur dan selatan bagian timur Ukraina, jika hal ini terus berlanjut bukan tidak mungkin Ukraina akan segera terjadinya perang saudara antara pihak pro-Rusia dan pihak berwenang Kiev.

Masa pro-rusia yang marah terus melakukan serangan terhadap polisi dan juga para masa pro-Ukraina di luar gedung serikat buruh di Odessa, akibat bentrokan tersebut puluhan aktifis pro-Rusia tewas dalam insiden kebakaran. Pertempuran juga berlanjut di bagian timur dimana banyak tentara Ukraina melakukan pengusiran terhadap masa pendukung Rusia.

Sejak terjadinya penggulingan terhadap presiden Viktor Yanukovch pada akhir Februari lalu, wilayah timur Ukraina terus di landa berbagai macam kerusuhan yang melibatkan masa pendukung negara masing-masing, hal ini di sebabakan masih banyak warga bagian timur Ukraina memiliki hubungan ekonomi serta budaya dengan Rusia.
Di kutip dari Guardian, Jika kerusuhan ini terus terjadi, dimulai dengan pemberontakan skala kecil bisa saja suatu saat masa pendukung Rusia akan melakukan pemberontakan bersenjata, jika hal itu terjadi maka perang saudara tidak bisa di hindari lagi. Kiev dan sekutunya menuduh Kremlin sebagai dalang di balik kekacauan ini dan juga kudeta yang di dukung oleh Putin hingga akhirny Krimea menjadi milik Rusia.

NASA Luncurkan Baju Astronot Baru

NASA Luncurkan Baju Astronot Baru  
NASA Luncurkan Baju Astronot Baru
 TEMPO.COM, Jakarta - National Aeronautics and Space Administration (NASA) resmi merilis prototipe baju luar angkasa terbaru untuk para astronot. Baju ini merupakan pilihan terbanyak dari survei di situs NASA yang berakhir pada 30 April 2014 kemarin. Dari tiga pilihan seri Z, baju bernama Technology akhirnya menjadi pilihan terbanyak dengan angka 63,1 persen atau sekitar 230 ribu suara.
Baju Technology ini dibuat dengan menggunakan kawat Luminex dan garis yang memancarkan cahaya dalam gelap sekitar dada dan punggung.  Sekilas baju ini mirip dengan gabungan tokoh Buzz Lightyear dari film animasi Toy Story dan prajurit komputer dalam film Tron.
Sepatunya juga dibuat dengan bahan yang kompatibel sehingga bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Desain di sekitar bahu, pinggul, dan sendi-sendi lainnya juga diperbaiki agar gerak astronot lebih leluasa.
"Lapisan penutup pada baju ini bisa digunakan untuk banyak fungsi, seperti menjelajah di Mars, melindungi astronot dari serangan micrometeorite, melawan suhu ekstrem, dan efek berbahaya dari radiasi," tulis NASA dalam siaran pers, seperti dilaporkan oleh Mashable, Jumat, 2 Mei 2014.
Meskipun prototipe ini belum bisa dibawa ke luar angkasa, Technology akan dites dulu di lingkungan yang sama untuk menyelesaikan versi finalnya pada November 2014 nanti. Baju yang merupakan proyek dari Advanced Exploration System Division di NASA juga akan dibuat dengan mesin cetak tiga dimensi sebagai

Mahasiswa Widya Mandala Ubah Lumpur Jadi Biodiesel




Mahasiswa Widya Mandala Ubah Lumpur Jadi Biodiesel
Mahasiswa Widya Mandala Ubah Lumpur Jadi Biodiesel

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari bahan fosil semakin hari kian menipis sehingga dibutuhkan bahan bakar alternatif seperti yang diciptakan Farrel Gunawan, Mahasiswa Teknik Kimia, Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya (UKWMS) dengan mengolah lumpur aktif sisa pengolahan limbah pabrik menjadi biodiesel. 

Ide mengolah lumpur limbah pabrik menjadi biodiesel muncul ketika Farrel melihat pemberitaan tentang kelangkaan bahan bakar minyak. Saat itu, dia berpikir untuk mengatasi permasalahan itu harus ada sumber energi alternatif.
“Setelah saya eksplore, ternyata bahan bakar bisa diciptakan dari limbah. Dan di sini saya langsung tertuju pada lumpur aktif yang ada di limbah pabrik karena lumpur ini banyak kandungan mikroorganisme-nya,”sebut pria kelahiran Surabaya, 27 Februari 1993 ini ditemui di kampusnya, Jumat (2/5/2014). 
Farrel pun mencari pabrik yang bisa diambil limbahnya. Tujuan utamanya adalah unit pengolahan limbah industri pabrik minyak goreng di daerah Rungkut dan Karangpilang. Lumpur sisa pengolahan limbah minyak goreng dipilih karena kandungan mikroorganismenya cukup tinggi.
“Setelah saya coba di dua tempat itu, ternyata yang memungkinkan pabrik minyak goreng di Karangpilang,” aku anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Eric Gunawan-Thio Yulianty Christyo itu.
Farrel menggunakan lumpur aktif sisa pengolahan limbah yang masih basah kemudian dimasukkan dalam reaktor untuk dicampurkan dengan metanol dengan perbandingan 1:5.
Proses pencampuran dilakukan dalam suhu tinggi 175 hingga 215 derajat celcius selama delapan jam. Dari proses ini akan menghasilkan minyak dan lumpur aktif .
Setelah itu dilakukan pemisahan antara padatan (lumpur) dengan cairannya, namun saat itu cairannya masih terdiri dari bermacam-macam senyawa yang kemudian diekstraksi menjadi biodiesel dengan menggunakan pelarut heksana.
“Dari pelarutan ini biodiesel akan memisah dengan sendirinya. Sementara  heksana diembunkan untuk dipakai pada proses berikutnya,” terang Farrel.
Larutan biodiesel inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Dari 1 Kg lumpur kering aktif bisa didapat sekitar 200 Ml biodiesel yang memiliki kandungan metil ester.
2.000 Ml biodiesel dihasilkan dalam proses yang hanya berlangsung selama delapan jam.
Hal ini beralasan karena tidak memerlukan proses pengeringan lumpur karena dalam proses pembuatan biodiesel proses pengeringan memakan waktu paling lama.
Seperti biodiesel dari buah jarak yang membutuhkan waktu tiga hingga empat hari untuk proses pengeringan bahan bakunya. “Jadi ini lebih efektif dibandingkan biodiesel dari pohon jarak,”aku peraih IPK 3,93.
Selain waktunya yang singkat, biodiesel buatan Farrel juga efisien dalam pengadaan bahan baku karena hanya memanfaatkan lumpur limbah hasil produksi minyak goreng.
Meski cukup berhasil, tidak membuat alumni SMA ST Luis 1 ini puas, dirinya masih ingin mengembangkan penelitiannya menjadi lebih efektif.
“Saya ingin menurunkan suhunya saat proses reaksi agar lebih efisien lagi. Mungkin ini akan saya dalami lagi dalam study lanjut nanti,” kata Farrel yang berencana melanjutkan kuliah program master di Taiwan.
Inovasi biodiesel dari lumpur limbah pabrik ini kali kedua yang dihasilkan Farrel. Sebelumnya dia bersama dua temannya, Reinard Dono Tiono dan Iwan Gunawan juga menciptakan tabir surya dari buah leunca yang berhasil masuk dalam 105 Inovasi Indonesia Prospektif 2013 yang diadakan Business Innovation Center (BIC).
Hasil tes secara kimia, tabir surya buah leunca terbukti mampu mencegah kanker. Sementara sisa buah leunca yang sudah diambil ekstraknya bisa digunakan untuk membuat makanan lain seperti isian kue nastar.
Ini bisa dimungkinkan karena rasa pahit yang ada di buah leunca sudah hilang karena sudah diekstrak dengan karbondioksida.
Berkat inovasi-inovasinya ini Farrel berhasil meraih Outstanding Graduate Award yang diberikan UKWMS dalam wisuda yang digelar di Hotel Shangri-La, Surabaya, Sabtu (3/5/2014). 
Rektor UKWMS Kuncoro Foe mengatakan, gelar ini diberikan kepada mahasiswa yang mampu menciptakan inovasi baru dan mendapat pengakuan masyarakat serta asosiasi profesi.
Selain itu, karya yang dihasilkan Farrel juga cukup penting dan mendesak untuk diaplikasikan bagi kepentingan masyarakat.
“Di sini Farrel mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Dan ini menjadi bahan bakar alternatif selain fosil. Ini patut diapresiasi,” tegasnya

Prajurit Lanal Palembang Laksanakan Latihan Menembak

Selasa, 22 April 2014 01:09 WIB
Prajurit Lanal Palembang Laksanakan Latihan Menembak
Prajurit Lanal Palembang sedang mempersiapkan senjata pada latihan menembak dasar perorangan di Lapangan Tembak Lanal Palembang Swaser 3

 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --  Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kemahiran prajurit guna mendukung tugas pokok pangkalan, Prajurit Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Palembang melaksanakan latihan menembak dasar perorangan di Lapangan Tembak Lanal Palembang Swaser 3 Pos TNI AL Bunga Tanjung  Kabupaten Banyu Asin, Palembang, Kamis (17/4/2014).
Pelaksanaan latihan selama 3 hari  dengan  pemberian materi awal antara lain berupa Perawatan Senjata, Pengecekan dan Pembersihan Senjata (Laras) serta Pengetahuan Teknik Menembak Senjata (Drill Kering) dan latihan Praktek lapangan. Jenis senjata yang dipakai untuk latihan menggunakan senjata laras Panjang jenis SS1 dan senjata laras pendek jenis Pistol FN.
Komandan Lanal Palembang Letkol Laut (P) I. G Merta Yasa, S.Sos., S.E., M.M., menyampaikan, latihan menembak dilaksanakan sebagai kegiatan rutin bagi Prajurit Lanal Palembang yang telah terjadwal pada agenda tahunan TW.II  dan TW.IV  TA 2014 bertujuan untuk mempertahankan teknik,  kemampuan menembak dan naluri tempur yang baik guna mendukung tugas pokok Lanal Palembang.
Dalam kegiatan latihan menembak tersebut juga diadakan latihan ketrampilan bongkar pasang senjata dengan peserta dari para Perwira Staf dan seluruh Personel Lanal Palembang

TNI AL Tangkap Lima Kapal Asal Thailand

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Saiful Bahri

BREAKING NEWS: TNI AL Tangkap Lima Kapal Asal Thailand
Ilustrasi patroli yang dilakukan TNI AL

TRIBUNNEWS.COM, LHOkSEUMAWE - TNI AL menangkap lima kapal asing asal Thailand yang mencari ikan di peraian Aceh Timur, Kamis (10/4/2014) subuh. Selanjutnya kelima kapal beserta awaknya digiring ke Pelabuhan PT AAF Krueng Geukuh Aceh Utara.
Pantauan Serambi (Tribunnews.com Network), kelima kapal tersebut menggunakan bendera Indonesia dan memakai nama seperti Bintang Laut, Ikan dan Kakap.
Hingga berita ini diturunkan, kapal dan awaknya masih di Pelabuhan PT AAF guna pengusutan lanjutan