Dua hari sudah terjadinya kekacauan dan
kekerasan di timur dan selatan bagian timur Ukraina, jika hal ini terus
berlanjut bukan tidak mungkin Ukraina akan segera terjadinya perang
saudara antara pihak pro-Rusia dan pihak berwenang Kiev.
Masa pro-rusia yang marah terus melakukan serangan terhadap polisi dan juga para masa pro-Ukraina di luar gedung serikat buruh di Odessa, akibat bentrokan tersebut puluhan aktifis pro-Rusia tewas dalam insiden kebakaran. Pertempuran juga berlanjut di bagian timur dimana banyak tentara Ukraina melakukan pengusiran terhadap masa pendukung Rusia.
Sejak terjadinya penggulingan terhadap presiden Viktor Yanukovch pada akhir Februari lalu, wilayah timur Ukraina terus di landa berbagai macam kerusuhan yang melibatkan masa pendukung negara masing-masing, hal ini di sebabakan masih banyak warga bagian timur Ukraina memiliki hubungan ekonomi serta budaya dengan Rusia.
Masa pro-rusia yang marah terus melakukan serangan terhadap polisi dan juga para masa pro-Ukraina di luar gedung serikat buruh di Odessa, akibat bentrokan tersebut puluhan aktifis pro-Rusia tewas dalam insiden kebakaran. Pertempuran juga berlanjut di bagian timur dimana banyak tentara Ukraina melakukan pengusiran terhadap masa pendukung Rusia.
Sejak terjadinya penggulingan terhadap presiden Viktor Yanukovch pada akhir Februari lalu, wilayah timur Ukraina terus di landa berbagai macam kerusuhan yang melibatkan masa pendukung negara masing-masing, hal ini di sebabakan masih banyak warga bagian timur Ukraina memiliki hubungan ekonomi serta budaya dengan Rusia.
Di kutip dari Guardian, Jika kerusuhan ini terus terjadi, dimulai dengan
pemberontakan skala kecil bisa saja suatu saat masa pendukung Rusia
akan melakukan pemberontakan bersenjata, jika hal itu terjadi maka
perang saudara tidak bisa di hindari lagi. Kiev dan sekutunya menuduh
Kremlin sebagai dalang di balik kekacauan ini dan juga kudeta yang di
dukung oleh Putin hingga akhirny Krimea menjadi milik Rusia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar