Minggu, 04 Mei 2014

Penjahat Siber Bisa Keok Hadapi Celah Heartbleed

Bisa mencuri data dari komputer dengan memanfaatkan kerentan program.

Rabu, 30 April 2014, 10:55 Dwifantya Aquina , Amal Nur Ngazis 
viva.com
VIVAnews - Kemunculan celah keamanan, Heartbleed telah menjadi peringatan serius. Para ahli keamanan memperkirakan celah itu bisa mengancam selama bertahun-tahun dan bahkan sang peretas yang biasanya mencuri data bisa menjadi korban atas celah ini. 

Hal ini diketahui, usai peneliti anti software berbahaya (malware), bisa menggunakan celah Heartbleed untuk mengakses ke forum peretas yang selama ini sulit ditembus. 

"Potensi kerentanan ini mempengaruhi layanan black-hat sangat besar," ujar peneliti anti-malware Prancis, Steven K. Black-hat merupakan forum peretas menggunakan keahlian mereka untuk tujuan kriminal.

Menurut Steven, Heartbleed telah menempatkan banyak forum online dalam posisi 'kritis' sehingga rentan terhadap serangan yang mengeksploitasi celah itu. 

Guna masuk dalam forum peretas itu, Steven K mengaku menggunakan alat khusus yang ditulis untuk menargetkan beberapa forum tertutup yang disebut Darkode dan Damagelab. 

"Darkode telah rentan dan forum ini adalah target yang sangat sulit. Tak banyak orang yang memiliki kemampuan memantau forum ini, tapi Heartbleed mengeskpose segalanya," jelas dia. 

Kedahsyatan celah ini juga disampaikan peneliti keamanan komputer di Sentor, Charlie Svensson. Ia menguji sistem keamanan perusahaan dan menjelaskan dengan Heartbleed, seseorang bisa mendapatkan kunci perusahaan. 

Mengingat ancaman bahaya celah keamanan itu, maka pelaku bisa mendapatkan tuntutan pidana berat atas aksi peretasan itu. 

Ancaman bertahun-tahun

Publikasi yang luas tentang bahaya Heartbleed mengarahkan operator banyak situs memperbaharui peranti lunak yang rentan dan mendesak penggguna untuk mengubah password mereka. 

Meski sejauh ini risiko signifikan eksploitasi langsung dari celah itu belum nampak, perusahaan keamanan disarankan tak santai saja. 

Sayangnya, saat ini sejumlah besar situs belum mencabut sertifikat keamanan mereka. Padahal hal ini sangat berisiko. 

"Jika sertifikat yang dikompromikan belum dicabut, penyerang masih dapat menggunakannya untuk menyaru situs," jelas Paul Mutton, peneliti keamanan pada perusahaan monitoring internet Netcraft. Sama halnya, browser situs juga belum memeriksa sertifikat keamanan mereka. 

Hal inilah, kata dia, yang membuat risiko Heartbleed bisa mengancam selama bertahun-tahun. Peringatan itu diamini oleh James Lyne, kepala global riset keamanan Sophos, pengembang software keamanan. 

Celah Heartbleed telah secara luas rentan menyerang ke berbagai perangkat seperti router rumah, kamera CCTV, gadget dan monitor bayi
 
Sebuah survei yang dilakukan laman Wired bahkan menemukan termos pintar, layanan data berbasis komputasi awan, printer, firewall dan sistem konferensi video juga rentan dengan celah keamanan itu. Sedangkan laporan lain menunjukkan sistem kendali industri yang memproduksi bagian peranti lunak mulai membatasi diri dari risiko serangan.  

Heartbleed ditemukan pada awal April. Celah ini bisa mencuri data dari komputer dengan memanfaatkan kerentanan pada program keamanan. (adi)


© VIVA.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar