Sabtu, 22 November 2014

Pergoki Pihak Malaysia Sedang Bersih-Bersih Patok Perbatasan di Nunukan

Sabtu, 22 November 2014

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
LUMBIS (MI) : Di tengah isu panas eksodus serta Identity Card (IC) sebagian warga perbatasan di Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan Kalimantan Utara, pihak Malaysia justru mengutus wakilnya untuk turun 'kerja' di patok perbatasan, Rabu (19/11) sekitar pukul 12.00 Wita. Wakil Malaysia sejumlah 8 orang tersebut, seperti disampaikan Komandan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Desa Labang, Lettu Infanteri Aris A, adalah pekerja pada bagian juru pemetaan (Jupem) yang dikawal Askar atau tentara Malaysia. "Kami saat itu sedang patroli rutin, lalu mendapati utusan Malaysia itu sedang bersih-bersih di sekitar patok GP 1-titik perbatasan antara Labang Indonesia dan wilayah Malaysia," ucap Danpos Aris, usai patroli kepada Radar Tarakan (Grup JPNN). Bersih-bersih dimaksud, lanjut Danpos yang sempat mengkonfrontir kerja utusan Malaysia tersebut, yakni menebas pohon kecil berukuran diamater 5 - 10 cm hingga semak belukar, lalu patok GP 1 itu diberi tanda cat berwarna putih. Tanda lain, Malaysia membangun mirip tenda dengan tinggi 1 meter berbentuk huruf L, berukuran panjang kurang lebih 3 meter dan terbuat dari bambu serta beratapkan terpal-juga di cat warna putih. Lalu mereka mengukur ulang titik koordinat wilayah mereka. Patok GP 1 maupun patok lainnya secara fisik sama, dibuat dari cor semen yang terlihat sangat kokoh, ada tanda tulisan GP, berkuran kurang lebih 20 x 20 cm persegi dan tinggi kurang lebih 20 cm dari permukaan tanah. "Kemungkinan, tanda cat putih itu jadi tanda bagi Malaysia agar lebih mudah dilihat saat pengawasan atau pengukuran dari udara. Tapi mereka juga menjelaskan maksud pengukuran bertujuan untuk menghindari agar jangan sampai pada saat pemetaan melewati batas ke wilayah Indonesia," ucap Aris. Dari pantauan Radar Tarakan saat di patok GP 1, terlihat pembungkus makanan ransum buatan tentera Malaysia yang berserakan masuk di wilayah Indonesia, seperti mie instan merk Maggie, ransum tentara, air mineral label K2, wafer coklat dan beberapa sisa kemasan lainnya. Kemungkinan setelah mereka bekerja membersihkan dan membuat tanda di patok tersebut, mereka rehat (istirahat) di sekitar patok namun masuk wilayah Indonesia. Untuk diketahui, patok GP1 lokasinya berada di kaki bukit yang curam. Batas wilayah Malaysia berada di atas bukit terjal, sedangkan batas wilayah Indonesia di bawah bukit yang jauh lebih eksotis, indah, sedikit lebih nyaman bersantai meski sungainya tidak jernih karena bercampur lumpur kiriman dari hulu sungai Malaysia. "Sesuai tugas dan tanggungjawab serta perintah atasan, tugas kita adalah rutin melakukan patroli di titik perbatasan," lanjut Aris. Patroli kata pria ramah ini, dilakukan secara berkala sepanjang titik perbatasan yang diawasi yakni dari Pos Labang hingga Pos Tau Lumbis. Untuk di wilayah teritorial pengawasan Pos Labang terdapat 524 patok, Pos Simantobol 525 patok, Pos Sumantipal 412 patok dan Pos Tau Lumbis 513 patok. Dari sepanjang patok tersebut masing-masing personel sesuai pos nya melakukan patroli dengan berjalan kaki. "Jalan kaki itu wajib saat patroli. Terkadang sampai 15 hari jalan kaki, demi menjaga kedaulatan NKRI," tegasnya. Saat patroli, kata Aris, personel harus mendaki bukit terjal, anak sungai, terabas hutan serta membawa bekal makanan untuk persediaan beberapa hari. Juga tak lupa tenda dan sliping bed karena harus bermalam di tengah hutan dan di tengah perjalanan.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Sabtu, 22 November 2014

Make Money at : http://bit.ly/copy_win

Sabtu, 22 November 2014

LUMBIS (MI) : Di tengah isu panas eksodus serta Identity Card (IC) sebagian warga perbatasan di Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan Kalimantan Utara, pihak Malaysia justru mengutus wakilnya untuk turun 'kerja' di patok perbatasan, Rabu (19/11) sekitar pukul 12.00 Wita. Wakil Malaysia sejumlah 8 orang tersebut, seperti disampaikan Komandan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Desa Labang, Lettu Infanteri Aris A, adalah pekerja pada bagian juru pemetaan (Jupem) yang dikawal Askar atau tentara Malaysia. "Kami saat itu sedang patroli rutin, lalu mendapati utusan Malaysia itu sedang bersih-bersih di sekitar patok GP 1-titik perbatasan antara Labang Indonesia dan wilayah Malaysia," ucap Danpos Aris, usai patroli kepada Radar Tarakan (Grup JPNN). Bersih-bersih dimaksud, lanjut Danpos yang sempat mengkonfrontir kerja utusan Malaysia tersebut, yakni menebas pohon kecil berukuran diamater 5 - 10 cm hingga semak belukar, lalu patok GP 1 itu diberi tanda cat berwarna putih. Tanda lain, Malaysia membangun mirip tenda dengan tinggi 1 meter berbentuk huruf L, berukuran panjang kurang lebih 3 meter dan terbuat dari bambu serta beratapkan terpal-juga di cat warna putih. Lalu mereka mengukur ulang titik koordinat wilayah mereka. Patok GP 1 maupun patok lainnya secara fisik sama, dibuat dari cor semen yang terlihat sangat kokoh, ada tanda tulisan GP, berkuran kurang lebih 20 x 20 cm persegi dan tinggi kurang lebih 20 cm dari permukaan tanah. "Kemungkinan, tanda cat putih itu jadi tanda bagi Malaysia agar lebih mudah dilihat saat pengawasan atau pengukuran dari udara. Tapi mereka juga menjelaskan maksud pengukuran bertujuan untuk menghindari agar jangan sampai pada saat pemetaan melewati batas ke wilayah Indonesia," ucap Aris. Dari pantauan Radar Tarakan saat di patok GP 1, terlihat pembungkus makanan ransum buatan tentera Malaysia yang berserakan masuk di wilayah Indonesia, seperti mie instan merk Maggie, ransum tentara, air mineral label K2, wafer coklat dan beberapa sisa kemasan lainnya. Kemungkinan setelah mereka bekerja membersihkan dan membuat tanda di patok tersebut, mereka rehat (istirahat) di sekitar patok namun masuk wilayah Indonesia. Untuk diketahui, patok GP1 lokasinya berada di kaki bukit yang curam. Batas wilayah Malaysia berada di atas bukit terjal, sedangkan batas wilayah Indonesia di bawah bukit yang jauh lebih eksotis, indah, sedikit lebih nyaman bersantai meski sungainya tidak jernih karena bercampur lumpur kiriman dari hulu sungai Malaysia. "Sesuai tugas dan tanggungjawab serta perintah atasan, tugas kita adalah rutin melakukan patroli di titik perbatasan," lanjut Aris. Patroli kata pria ramah ini, dilakukan secara berkala sepanjang titik perbatasan yang diawasi yakni dari Pos Labang hingga Pos Tau Lumbis. Untuk di wilayah teritorial pengawasan Pos Labang terdapat 524 patok, Pos Simantobol 525 patok, Pos Sumantipal 412 patok dan Pos Tau Lumbis 513 patok. Dari sepanjang patok tersebut masing-masing personel sesuai pos nya melakukan patroli dengan berjalan kaki. "Jalan kaki itu wajib saat patroli. Terkadang sampai 15 hari jalan kaki, demi menjaga kedaulatan NKRI," tegasnya. Saat patroli, kata Aris, personel harus mendaki bukit terjal, anak sungai, terabas hutan serta membawa bekal makanan untuk persediaan beberapa hari. Juga tak lupa tenda dan sliping bed karena harus bermalam di tengah hutan dan di tengah perjalanan.


LUMBIS (MI) : Di tengah isu panas eksodus serta Identity Card (IC) sebagian warga perbatasan di Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan Kalimantan Utara, pihak Malaysia justru mengutus wakilnya untuk turun 'kerja' di patok perbatasan, Rabu (19/11) sekitar pukul 12.00 Wita. Wakil Malaysia sejumlah 8 orang tersebut, seperti disampaikan Komandan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Desa Labang, Lettu Infanteri Aris A, adalah pekerja pada bagian juru pemetaan (Jupem) yang dikawal Askar atau tentara Malaysia. "Kami saat itu sedang patroli rutin, lalu mendapati utusan Malaysia itu sedang bersih-bersih di sekitar patok GP 1-titik perbatasan antara Labang Indonesia dan wilayah Malaysia," ucap Danpos Aris, usai patroli kepada Radar Tarakan (Grup JPNN). Bersih-bersih dimaksud, lanjut Danpos yang sempat mengkonfrontir kerja utusan Malaysia tersebut, yakni menebas pohon kecil berukuran diamater 5 - 10 cm hingga semak belukar, lalu patok GP 1 itu diberi tanda cat berwarna putih. Tanda lain, Malaysia membangun mirip tenda dengan tinggi 1 meter berbentuk huruf L, berukuran panjang kurang lebih 3 meter dan terbuat dari bambu serta beratapkan terpal-juga di cat warna putih. Lalu mereka mengukur ulang titik koordinat wilayah mereka. Patok GP 1 maupun patok lainnya secara fisik sama, dibuat dari cor semen yang terlihat sangat kokoh, ada tanda tulisan GP, berkuran kurang lebih 20 x 20 cm persegi dan tinggi kurang lebih 20 cm dari permukaan tanah. "Kemungkinan, tanda cat putih itu jadi tanda bagi Malaysia agar lebih mudah dilihat saat pengawasan atau pengukuran dari udara. Tapi mereka juga menjelaskan maksud pengukuran bertujuan untuk menghindari agar jangan sampai pada saat pemetaan melewati batas ke wilayah Indonesia," ucap Aris. Dari pantauan Radar Tarakan saat di patok GP 1, terlihat pembungkus makanan ransum buatan tentera Malaysia yang berserakan masuk di wilayah Indonesia, seperti mie instan merk Maggie, ransum tentara, air mineral label K2, wafer coklat dan beberapa sisa kemasan lainnya. Kemungkinan setelah mereka bekerja membersihkan dan membuat tanda di patok tersebut, mereka rehat (istirahat) di sekitar patok namun masuk wilayah Indonesia. Untuk diketahui, patok GP1 lokasinya berada di kaki bukit yang curam. Batas wilayah Malaysia berada di atas bukit terjal, sedangkan batas wilayah Indonesia di bawah bukit yang jauh lebih eksotis, indah, sedikit lebih nyaman bersantai meski sungainya tidak jernih karena bercampur lumpur kiriman dari hulu sungai Malaysia. "Sesuai tugas dan tanggungjawab serta perintah atasan, tugas kita adalah rutin melakukan patroli di titik perbatasan," lanjut Aris. Patroli kata pria ramah ini, dilakukan secara berkala sepanjang titik perbatasan yang diawasi yakni dari Pos Labang hingga Pos Tau Lumbis. Untuk di wilayah teritorial pengawasan Pos Labang terdapat 524 patok, Pos Simantobol 525 patok, Pos Sumantipal 412 patok dan Pos Tau Lumbis 513 patok. Dari sepanjang patok tersebut masing-masing personel sesuai pos nya melakukan patroli dengan berjalan kaki. "Jalan kaki itu wajib saat patroli. Terkadang sampai 15 hari jalan kaki, demi menjaga kedaulatan NKRI," tegasnya. Saat patroli, kata Aris, personel harus mendaki bukit terjal, anak sungai, terabas hutan serta membawa bekal makanan untuk persediaan beberapa hari. Juga tak lupa tenda dan sliping bed karena harus bermalam di tengah hutan dan di tengah perjalanan.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
LUMBIS (MI) : Di tengah isu panas eksodus serta Identity Card (IC) sebagian warga perbatasan di Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan Kalimantan Utara, pihak Malaysia justru mengutus wakilnya untuk turun 'kerja' di patok perbatasan, Rabu (19/11) sekitar pukul 12.00 Wita. Wakil Malaysia sejumlah 8 orang tersebut, seperti disampaikan Komandan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Desa Labang, Lettu Infanteri Aris A, adalah pekerja pada bagian juru pemetaan (Jupem) yang dikawal Askar atau tentara Malaysia. "Kami saat itu sedang patroli rutin, lalu mendapati utusan Malaysia itu sedang bersih-bersih di sekitar patok GP 1-titik perbatasan antara Labang Indonesia dan wilayah Malaysia," ucap Danpos Aris, usai patroli kepada Radar Tarakan (Grup JPNN). Bersih-bersih dimaksud, lanjut Danpos yang sempat mengkonfrontir kerja utusan Malaysia tersebut, yakni menebas pohon kecil berukuran diamater 5 - 10 cm hingga semak belukar, lalu patok GP 1 itu diberi tanda cat berwarna putih. Tanda lain, Malaysia membangun mirip tenda dengan tinggi 1 meter berbentuk huruf L, berukuran panjang kurang lebih 3 meter dan terbuat dari bambu serta beratapkan terpal-juga di cat warna putih. Lalu mereka mengukur ulang titik koordinat wilayah mereka. Patok GP 1 maupun patok lainnya secara fisik sama, dibuat dari cor semen yang terlihat sangat kokoh, ada tanda tulisan GP, berkuran kurang lebih 20 x 20 cm persegi dan tinggi kurang lebih 20 cm dari permukaan tanah. "Kemungkinan, tanda cat putih itu jadi tanda bagi Malaysia agar lebih mudah dilihat saat pengawasan atau pengukuran dari udara. Tapi mereka juga menjelaskan maksud pengukuran bertujuan untuk menghindari agar jangan sampai pada saat pemetaan melewati batas ke wilayah Indonesia," ucap Aris. Dari pantauan Radar Tarakan saat di patok GP 1, terlihat pembungkus makanan ransum buatan tentera Malaysia yang berserakan masuk di wilayah Indonesia, seperti mie instan merk Maggie, ransum tentara, air mineral label K2, wafer coklat dan beberapa sisa kemasan lainnya. Kemungkinan setelah mereka bekerja membersihkan dan membuat tanda di patok tersebut, mereka rehat (istirahat) di sekitar patok namun masuk wilayah Indonesia. Untuk diketahui, patok GP1 lokasinya berada di kaki bukit yang curam. Batas wilayah Malaysia berada di atas bukit terjal, sedangkan batas wilayah Indonesia di bawah bukit yang jauh lebih eksotis, indah, sedikit lebih nyaman bersantai meski sungainya tidak jernih karena bercampur lumpur kiriman dari hulu sungai Malaysia. "Sesuai tugas dan tanggungjawab serta perintah atasan, tugas kita adalah rutin melakukan patroli di titik perbatasan," lanjut Aris. Patroli kata pria ramah ini, dilakukan secara berkala sepanjang titik perbatasan yang diawasi yakni dari Pos Labang hingga Pos Tau Lumbis. Untuk di wilayah teritorial pengawasan Pos Labang terdapat 524 patok, Pos Simantobol 525 patok, Pos Sumantipal 412 patok dan Pos Tau Lumbis 513 patok. Dari sepanjang patok tersebut masing-masing personel sesuai pos nya melakukan patroli dengan berjalan kaki. "Jalan kaki itu wajib saat patroli. Terkadang sampai 15 hari jalan kaki, demi menjaga kedaulatan NKRI," tegasnya. Saat patroli, kata Aris, personel harus mendaki bukit terjal, anak sungai, terabas hutan serta membawa bekal makanan untuk persediaan beberapa hari. Juga tak lupa tenda dan sliping bed karena harus bermalam di tengah hutan dan di tengah perjalanan

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
LUMBIS (MI) : Di tengah isu panas eksodus serta Identity Card (IC) sebagian warga perbatasan di Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan Kalimantan Utara, pihak Malaysia justru mengutus wakilnya untuk turun 'kerja' di patok perbatasan, Rabu (19/11) sekitar pukul 12.00 Wita. Wakil Malaysia sejumlah 8 orang tersebut, seperti disampaikan Komandan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Desa Labang, Lettu Infanteri Aris A, adalah pekerja pada bagian juru pemetaan (Jupem) yang dikawal Askar atau tentara Malaysia. "Kami saat itu sedang patroli rutin, lalu mendapati utusan Malaysia itu sedang bersih-bersih di sekitar patok GP 1-titik perbatasan antara Labang Indonesia dan wilayah Malaysia," ucap Danpos Aris, usai patroli kepada Radar Tarakan (Grup JPNN). Bersih-bersih dimaksud, lanjut Danpos yang sempat mengkonfrontir kerja utusan Malaysia tersebut, yakni menebas pohon kecil berukuran diamater 5 - 10 cm hingga semak belukar, lalu patok GP 1 itu diberi tanda cat berwarna putih. Tanda lain, Malaysia membangun mirip tenda dengan tinggi 1 meter berbentuk huruf L, berukuran panjang kurang lebih 3 meter dan terbuat dari bambu serta beratapkan terpal-juga di cat warna putih. Lalu mereka mengukur ulang titik koordinat wilayah mereka. Patok GP 1 maupun patok lainnya secara fisik sama, dibuat dari cor semen yang terlihat sangat kokoh, ada tanda tulisan GP, berkuran kurang lebih 20 x 20 cm persegi dan tinggi kurang lebih 20 cm dari permukaan tanah. "Kemungkinan, tanda cat putih itu jadi tanda bagi Malaysia agar lebih mudah dilihat saat pengawasan atau pengukuran dari udara. Tapi mereka juga menjelaskan maksud pengukuran bertujuan untuk menghindari agar jangan sampai pada saat pemetaan melewati batas ke wilayah Indonesia," ucap Aris. Dari pantauan Radar Tarakan saat di patok GP 1, terlihat pembungkus makanan ransum buatan tentera Malaysia yang berserakan masuk di wilayah Indonesia, seperti mie instan merk Maggie, ransum tentara, air mineral label K2, wafer coklat dan beberapa sisa kemasan lainnya. Kemungkinan setelah mereka bekerja membersihkan dan membuat tanda di patok tersebut, mereka rehat (istirahat) di sekitar patok namun masuk wilayah Indonesia. Untuk diketahui, patok GP1 lokasinya berada di kaki bukit yang curam. Batas wilayah Malaysia berada di atas bukit terjal, sedangkan batas wilayah Indonesia di bawah bukit yang jauh lebih eksotis, indah, sedikit lebih nyaman bersantai meski sungainya tidak jernih karena bercampur lumpur kiriman dari hulu sungai Malaysia. "Sesuai tugas dan tanggungjawab serta perintah atasan, tugas kita adalah rutin melakukan patroli di titik perbatasan," lanjut Aris. Patroli kata pria ramah ini, dilakukan secara berkala sepanjang titik perbatasan yang diawasi yakni dari Pos Labang hingga Pos Tau Lumbis. Untuk di wilayah teritorial pengawasan Pos Labang terdapat 524 patok, Pos Simantobol 525 patok, Pos Sumantipal 412 patok dan Pos Tau Lumbis 513 patok. Dari sepanjang patok tersebut masing-masing personel sesuai pos nya melakukan patroli dengan berjalan kaki. "Jalan kaki itu wajib saat patroli. Terkadang sampai 15 hari jalan kaki, demi menjaga kedaulatan NKRI," tegasnya. Saat patroli, kata Aris, personel harus mendaki bukit terjal, anak sungai, terabas hutan serta membawa bekal makanan untuk persediaan beberapa hari. Juga tak lupa tenda dan sliping bed karena harus bermalam di tengah hutan dan di tengah perjalanan

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
LUMBIS (MI) : Di tengah isu panas eksodus serta Identity Card (IC) sebagian warga perbatasan di Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan Kalimantan Utara, pihak Malaysia justru mengutus wakilnya untuk turun 'kerja' di patok perbatasan, Rabu (19/11) sekitar pukul 12.00 Wita. Wakil Malaysia sejumlah 8 orang tersebut, seperti disampaikan Komandan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Desa Labang, Lettu Infanteri Aris A, adalah pekerja pada bagian juru pemetaan (Jupem) yang dikawal Askar atau tentara Malaysia. "Kami saat itu sedang patroli rutin, lalu mendapati utusan Malaysia itu sedang bersih-bersih di sekitar patok GP 1-titik perbatasan antara Labang Indonesia dan wilayah Malaysia," ucap Danpos Aris, usai patroli kepada Radar Tarakan (Grup JPNN). Bersih-bersih dimaksud, lanjut Danpos yang sempat mengkonfrontir kerja utusan Malaysia tersebut, yakni menebas pohon kecil berukuran diamater 5 - 10 cm hingga semak belukar, lalu patok GP 1 itu diberi tanda cat berwarna putih. Tanda lain, Malaysia membangun mirip tenda dengan tinggi 1 meter berbentuk huruf L, berukuran panjang kurang lebih 3 meter dan terbuat dari bambu serta beratapkan terpal-juga di cat warna putih. Lalu mereka mengukur ulang titik koordinat wilayah mereka. Patok GP 1 maupun patok lainnya secara fisik sama, dibuat dari cor semen yang terlihat sangat kokoh, ada tanda tulisan GP, berkuran kurang lebih 20 x 20 cm persegi dan tinggi kurang lebih 20 cm dari permukaan tanah. "Kemungkinan, tanda cat putih itu jadi tanda bagi Malaysia agar lebih mudah dilihat saat pengawasan atau pengukuran dari udara. Tapi mereka juga menjelaskan maksud pengukuran bertujuan untuk menghindari agar jangan sampai pada saat pemetaan melewati batas ke wilayah Indonesia," ucap Aris. Dari pantauan Radar Tarakan saat di patok GP 1, terlihat pembungkus makanan ransum buatan tentera Malaysia yang berserakan masuk di wilayah Indonesia, seperti mie instan merk Maggie, ransum tentara, air mineral label K2, wafer coklat dan beberapa sisa kemasan lainnya. Kemungkinan setelah mereka bekerja membersihkan dan membuat tanda di patok tersebut, mereka rehat (istirahat) di sekitar patok namun masuk wilayah Indonesia. Untuk diketahui, patok GP1 lokasinya berada di kaki bukit yang curam. Batas wilayah Malaysia berada di atas bukit terjal, sedangkan batas wilayah Indonesia di bawah bukit yang jauh lebih eksotis, indah, sedikit lebih nyaman bersantai meski sungainya tidak jernih karena bercampur lumpur kiriman dari hulu sungai Malaysia. "Sesuai tugas dan tanggungjawab serta perintah atasan, tugas kita adalah rutin melakukan patroli di titik perbatasan," lanjut Aris. Patroli kata pria ramah ini, dilakukan secara berkala sepanjang titik perbatasan yang diawasi yakni dari Pos Labang hingga Pos Tau Lumbis. Untuk di wilayah teritorial pengawasan Pos Labang terdapat 524 patok, Pos Simantobol 525 patok, Pos Sumantipal 412 patok dan Pos Tau Lumbis 513 patok. Dari sepanjang patok tersebut masing-masing personel sesuai pos nya melakukan patroli dengan berjalan kaki. "Jalan kaki itu wajib saat patroli. Terkadang sampai 15 hari jalan kaki, demi menjaga kedaulatan NKRI," tegasnya. Saat patroli, kata Aris, personel harus mendaki bukit terjal, anak sungai, terabas hutan serta membawa bekal makanan untuk persediaan beberapa hari. Juga tak lupa tenda dan sliping bed karena harus bermalam di tengah hutan dan di tengah perjalanan.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
LUMBIS (MI) : Di tengah isu panas eksodus serta Identity Card (IC) sebagian warga perbatasan di Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan Kalimantan Utara, pihak Malaysia justru mengutus wakilnya untuk turun 'kerja' di patok perbatasan, Rabu (19/11) sekitar pukul 12.00 Wita. Wakil Malaysia sejumlah 8 orang tersebut, seperti disampaikan Komandan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Desa Labang, Lettu Infanteri Aris A, adalah pekerja pada bagian juru pemetaan (Jupem) yang dikawal Askar atau tentara Malaysia. "Kami saat itu sedang patroli rutin, lalu mendapati utusan Malaysia itu sedang bersih-bersih di sekitar patok GP 1-titik perbatasan antara Labang Indonesia dan wilayah Malaysia," ucap Danpos Aris, usai patroli kepada Radar Tarakan (Grup JPNN). Bersih-bersih dimaksud, lanjut Danpos yang sempat mengkonfrontir kerja utusan Malaysia tersebut, yakni menebas pohon kecil berukuran diamater 5 - 10 cm hingga semak belukar, lalu patok GP 1 itu diberi tanda cat berwarna putih. Tanda lain, Malaysia membangun mirip tenda dengan tinggi 1 meter berbentuk huruf L, berukuran panjang kurang lebih 3 meter dan terbuat dari bambu serta beratapkan terpal-juga di cat warna putih. Lalu mereka mengukur ulang titik koordinat wilayah mereka. Patok GP 1 maupun patok lainnya secara fisik sama, dibuat dari cor semen yang terlihat sangat kokoh, ada tanda tulisan GP, berkuran kurang lebih 20 x 20 cm persegi dan tinggi kurang lebih 20 cm dari permukaan tanah. "Kemungkinan, tanda cat putih itu jadi tanda bagi Malaysia agar lebih mudah dilihat saat pengawasan atau pengukuran dari udara. Tapi mereka juga menjelaskan maksud pengukuran bertujuan untuk menghindari agar jangan sampai pada saat pemetaan melewati batas ke wilayah Indonesia," ucap Aris. Dari pantauan Radar Tarakan saat di patok GP 1, terlihat pembungkus makanan ransum buatan tentera Malaysia yang berserakan masuk di wilayah Indonesia, seperti mie instan merk Maggie, ransum tentara, air mineral label K2, wafer coklat dan beberapa sisa kemasan lainnya. Kemungkinan setelah mereka bekerja membersihkan dan membuat tanda di patok tersebut, mereka rehat (istirahat) di sekitar patok namun masuk wilayah Indonesia. Untuk diketahui, patok GP1 lokasinya berada di kaki bukit yang curam. Batas wilayah Malaysia berada di atas bukit terjal, sedangkan batas wilayah Indonesia di bawah bukit yang jauh lebih eksotis, indah, sedikit lebih nyaman bersantai meski sungainya tidak jernih karena bercampur lumpur kiriman dari hulu sungai Malaysia. "Sesuai tugas dan tanggungjawab serta perintah atasan, tugas kita adalah rutin melakukan patroli di titik perbatasan," lanjut Aris. Patroli kata pria ramah ini, dilakukan secara berkala sepanjang titik perbatasan yang diawasi yakni dari Pos Labang hingga Pos Tau Lumbis. Untuk di wilayah teritorial pengawasan Pos Labang terdapat 524 patok, Pos Simantobol 525 patok, Pos Sumantipal 412 patok dan Pos Tau Lumbis 513 patok. Dari sepanjang patok tersebut masing-masing personel sesuai pos nya melakukan patroli dengan berjalan kaki. "Jalan kaki itu wajib saat patroli. Terkadang sampai 15 hari jalan kaki, demi menjaga kedaulatan NKRI," tegasnya. Saat patroli, kata Aris, personel harus mendaki bukit terjal, anak sungai, terabas hutan serta membawa bekal makanan untuk persediaan beberapa hari. Juga tak lupa tenda dan sliping bed karena harus bermalam di tengah hutan dan di tengah perjalanan.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
LUMBIS (MI) : Di tengah isu panas eksodus serta Identity Card (IC) sebagian warga perbatasan di Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan Kalimantan Utara, pihak Malaysia justru mengutus wakilnya untuk turun 'kerja' di patok perbatasan, Rabu (19/11) sekitar pukul 12.00 Wita. Wakil Malaysia sejumlah 8 orang tersebut, seperti disampaikan Komandan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Desa Labang, Lettu Infanteri Aris A, adalah pekerja pada bagian juru pemetaan (Jupem) yang dikawal Askar atau tentara Malaysia. "Kami saat itu sedang patroli rutin, lalu mendapati utusan Malaysia itu sedang bersih-bersih di sekitar patok GP 1-titik perbatasan antara Labang Indonesia dan wilayah Malaysia," ucap Danpos Aris, usai patroli kepada Radar Tarakan (Grup JPNN). Bersih-bersih dimaksud, lanjut Danpos yang sempat mengkonfrontir kerja utusan Malaysia tersebut, yakni menebas pohon kecil berukuran diamater 5 - 10 cm hingga semak belukar, lalu patok GP 1 itu diberi tanda cat berwarna putih. Tanda lain, Malaysia membangun mirip tenda dengan tinggi 1 meter berbentuk huruf L, berukuran panjang kurang lebih 3 meter dan terbuat dari bambu serta beratapkan terpal-juga di cat warna putih. Lalu mereka mengukur ulang titik koordinat wilayah mereka. Patok GP 1 maupun patok lainnya secara fisik sama, dibuat dari cor semen yang terlihat sangat kokoh, ada tanda tulisan GP, berkuran kurang lebih 20 x 20 cm persegi dan tinggi kurang lebih 20 cm dari permukaan tanah. "Kemungkinan, tanda cat putih itu jadi tanda bagi Malaysia agar lebih mudah dilihat saat pengawasan atau pengukuran dari udara. Tapi mereka juga menjelaskan maksud pengukuran bertujuan untuk menghindari agar jangan sampai pada saat pemetaan melewati batas ke wilayah Indonesia," ucap Aris. Dari pantauan Radar Tarakan saat di patok GP 1, terlihat pembungkus makanan ransum buatan tentera Malaysia yang berserakan masuk di wilayah Indonesia, seperti mie instan merk Maggie, ransum tentara, air mineral label K2, wafer coklat dan beberapa sisa kemasan lainnya. Kemungkinan setelah mereka bekerja membersihkan dan membuat tanda di patok tersebut, mereka rehat (istirahat) di sekitar patok namun masuk wilayah Indonesia. Untuk diketahui, patok GP1 lokasinya berada di kaki bukit yang curam. Batas wilayah Malaysia berada di atas bukit terjal, sedangkan batas wilayah Indonesia di bawah bukit yang jauh lebih eksotis, indah, sedikit lebih nyaman bersantai meski sungainya tidak jernih karena bercampur lumpur kiriman dari hulu sungai Malaysia. "Sesuai tugas dan tanggungjawab serta perintah atasan, tugas kita adalah rutin melakukan patroli di titik perbatasan," lanjut Aris. Patroli kata pria ramah ini, dilakukan secara berkala sepanjang titik perbatasan yang diawasi yakni dari Pos Labang hingga Pos Tau Lumbis. Untuk di wilayah teritorial pengawasan Pos Labang terdapat 524 patok, Pos Simantobol 525 patok, Pos Sumantipal 412 patok dan Pos Tau Lumbis 513 patok. Dari sepanjang patok tersebut masing-masing personel sesuai pos nya melakukan patroli dengan berjalan kaki. "Jalan kaki itu wajib saat patroli. Terkadang sampai 15 hari jalan kaki, demi menjaga kedaulatan NKRI," tegasnya. Saat patroli, kata Aris, personel harus mendaki bukit terjal, anak sungai, terabas hutan serta membawa bekal makanan untuk persediaan beberapa hari. Juga tak lupa tenda dan sliping bed karena harus bermalam di tengah hutan dan di tengah perjalanan.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
LUMBIS (MI) : Di tengah isu panas eksodus serta Identity Card (IC) sebagian warga perbatasan di Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan Kalimantan Utara, pihak Malaysia justru mengutus wakilnya untuk turun 'kerja' di patok perbatasan, Rabu (19/11) sekitar pukul 12.00 Wita. Wakil Malaysia sejumlah 8 orang tersebut, seperti disampaikan Komandan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Desa Labang, Lettu Infanteri Aris A, adalah pekerja pada bagian juru pemetaan (Jupem) yang dikawal Askar atau tentara Malaysia. "Kami saat itu sedang patroli rutin, lalu mendapati utusan Malaysia itu sedang bersih-bersih di sekitar patok GP 1-titik perbatasan antara Labang Indonesia dan wilayah Malaysia," ucap Danpos Aris, usai patroli kepada Radar Tarakan (Grup JPNN). Bersih-bersih dimaksud, lanjut Danpos yang sempat mengkonfrontir kerja utusan Malaysia tersebut, yakni menebas pohon kecil berukuran diamater 5 - 10 cm hingga semak belukar, lalu patok GP 1 itu diberi tanda cat berwarna putih. Tanda lain, Malaysia membangun mirip tenda dengan tinggi 1 meter berbentuk huruf L, berukuran panjang kurang lebih 3 meter dan terbuat dari bambu serta beratapkan terpal-juga di cat warna putih. Lalu mereka mengukur ulang titik koordinat wilayah mereka. Patok GP 1 maupun patok lainnya secara fisik sama, dibuat dari cor semen yang terlihat sangat kokoh, ada tanda tulisan GP, berkuran kurang lebih 20 x 20 cm persegi dan tinggi kurang lebih 20 cm dari permukaan tanah. "Kemungkinan, tanda cat putih itu jadi tanda bagi Malaysia agar lebih mudah dilihat saat pengawasan atau pengukuran dari udara. Tapi mereka juga menjelaskan maksud pengukuran bertujuan untuk menghindari agar jangan sampai pada saat pemetaan melewati batas ke wilayah Indonesia," ucap Aris. Dari pantauan Radar Tarakan saat di patok GP 1, terlihat pembungkus makanan ransum buatan tentera Malaysia yang berserakan masuk di wilayah Indonesia, seperti mie instan merk Maggie, ransum tentara, air mineral label K2, wafer coklat dan beberapa sisa kemasan lainnya. Kemungkinan setelah mereka bekerja membersihkan dan membuat tanda di patok tersebut, mereka rehat (istirahat) di sekitar patok namun masuk wilayah Indonesia. Untuk diketahui, patok GP1 lokasinya berada di kaki bukit yang curam. Batas wilayah Malaysia berada di atas bukit terjal, sedangkan batas wilayah Indonesia di bawah bukit yang jauh lebih eksotis, indah, sedikit lebih nyaman bersantai meski sungainya tidak jernih karena bercampur lumpur kiriman dari hulu sungai Malaysia. "Sesuai tugas dan tanggungjawab serta perintah atasan, tugas kita adalah rutin melakukan patroli di titik perbatasan," lanjut Aris. Patroli kata pria ramah ini, dilakukan secara berkala sepanjang titik perbatasan yang diawasi yakni dari Pos Labang hingga Pos Tau Lumbis. Untuk di wilayah teritorial pengawasan Pos Labang terdapat 524 patok, Pos Simantobol 525 patok, Pos Sumantipal 412 patok dan Pos Tau Lumbis 513 patok. Dari sepanjang patok tersebut masing-masing personel sesuai pos nya melakukan patroli dengan berjalan kaki. "Jalan kaki itu wajib saat patroli. Terkadang sampai 15 hari jalan kaki, demi menjaga kedaulatan NKRI," tegasnya. Saat patroli, kata Aris, personel harus mendaki bukit terjal, anak sungai, terabas hutan serta membawa bekal makanan untuk persediaan beberapa hari. Juga tak lupa tenda dan sliping bed karena harus bermalam di tengah hutan dan di tengah perjalanan

Make Money at : http://bit.ly/copy_win

TNI AL kirim 4 KRI bersenjata lengkap ke perbatasan Malaysia





 
Balikpapan (MI) : TNI Angkatan Laut menyiagakan empat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk melakukan patroli pengamanan perairan laut di wilayah utara Indonesia.

"Keempat kapal perang itu adalah KRI Kakap 811, KRI Pulau Rengat 711, KRI Birang 831, dan KRI Suluh Pari 809 saat ini siaga di perairan laut Balikpapan, Kalimantan Timur," kata Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Balikpapan Kolonel (P) Ariantyo Condrowibowo di Balikpapan, Sabtu (22/11).

Dia mengatakan empat KRI itu akan melaksanakan tugas patroli dan penjagaan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, yaitu Selat Makassar, Laut Sulu, Laut Sulawesi, di perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Filipina di wilayah utara.

"Saat ini yang menjadi perhatian utama kami adalah melindungi nelayan kita dan pencegahan nelayan asing yang mencuri ikan di perairan kita," katanya.

Keempat KRI itu, menurut Arianttyo, bersenjata lengkap. KRI Suluh Pari misalnya yang merupakan kapal asli buatan Indonesia yang memang dirancang untuk patroli cepat dan sigap dalam pengejaran.

"Kecepatannya KRI tersebut mencapai 20 knot dan todongan meriam Oerlikon 20 mm langsung bisa membuat kapal pencuri ikan tidak berkutik," katanya. 

Kamis, 20 November 2014

Menhan sedih lihat prajurit penjaga perbatasan minum air hujan

Jumat, 21 November 2014 03:03
Waktu saya sampai di lokasi, sangat sangat kasihan melihat prajurit harus mengonsumsi air hujan.
Menhan sedih lihat prajurit penjaga perbatasan minum air hujan
Menhan Ryamizard Ryacudu. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko
Merdeka.com - Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu melakukan kunjungan perdana setelah dilantik ke Aceh. Hari ini Menhan mengunjungi pulau terluar di Indonesia, yaitu Pulau Rundo. Sampai di pulau itu, Menhan mengaku kasihan melihat prajurit yang bertugas menjaga perbatasan laut harus minum air hujan.

Menhan, Ryamizard Ryacudu mengaku berangkat ke pulau yang berbatasan dengan Nikobar, India ini menggunakan helikopter milik TNI. Bersama Menhan juga didampingi Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto.

Setiba di pulau, Menhan juga mengaku melakukan pemeriksaan perlengkapan yang dimiliki TNI. Selain itu dia juga memeriksa sejumlah sarana dan prasarana prajurit untuk bertugas menjaga batas wilayah pulau terluar Indonesia.

"Waktu saya sampai di lokasi, sangat sangat kasihan melihat prajurit harus mengonsumsi air hujan," kata Ryamizard, Kamis (20/11) di Banda Aceh.

Katanya, Pulau Rundo ada terdapat 34 personel TNI yang bertugas menjaga wilayah administrasi Negara Indonesia. Untuk mengantisipasi terjadi kekurangan air, karena kalau mandi hal biasa dengan air hujan, tetapi kalau air minum yang membuat dia kasihan.

"Jadi saya minta Pangdam untuk memperhatikan kebutuhan air bersih mereka," pintanya.

Kendati demikian, Ryamizard Ryacudu mengaku pasukan TNI sudah terlatih menghadapi persoalan seperti itu. Karena pasukan Kopassus dan Raider memiliki keahlian khusus dan siap menghadapi dalam segala situasi dan kondisi.

Sabtu, 15 November 2014

Rusia Enggan Transfer Teknologi Ke Indonesia,kenapa??

Alasan utamanya adalah RI Tidak Bisa Borong Alutsista,

“Contohnya India yang borong 80 Sukhoi, kita tidak bisa,” kata Menhan.

Ilsutrasi

JAKARTA:(DM)  - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia meminta Rusia untuk melakukan transfer teknologi atas alutsista yang dibeli. Jika masih tidak bisa dilakukan, RI mengancam akan membeli dari negara lain.

“Justru itu, yang selalu kami minta ke Rusia. Kami mengatakan kepada mereka, apabila tidak bisa transfer of technology (TOT), maka kami akan berpaling ke tempat lain,” ujar Purnomo yang ditemui semalam di Hari Nasional Rusia di Jakarta.

Dia menjelaskan, selain dari Rusia, RI juga mendapatkan tawaran alutsista dari Ukraina dan negara blok timur lainnya. “Dan teknologi yang mereka miliki termasuk bagus,” kata Purnomo.


Ditanya alasan Rusia masih belum mau TOT, Purnomo mengatakan pembelian yang dilakukan harus dalam jumlah besar. Sementara sistem anggaran yang diterapkan oleh RI tidak memungkinkan untuk memborong dalam jumlah banyak.

“Contohnya seperti India yang kemarin memborong 80 pesawat tempur Sukhoi. Nah, kita tidak bisa seperti itu. Apabila semua anggaran hanya dialokasikan untuk membeli alutsista militer bisa repot,” ujar Purnomo.
Hal ini dibantah oleh Duta Besar Republik Federasi Rusia, Mikhail Y. Galuzin. Dia mengatakan masalah ini masih terus dinegosiasikan. “Dari sisi politik, saya melihat tidak ada masalah untuk itu,” ujar Galuzin.

 Apa Kehebatan Tank Amfibi BMP-35 Asal Rusia  

Terus Berjalan


Kendati demikian, Purnomo menyebut kerjasama di bidang pertahanan dengan Rusia terus berjalan.


Terakhir, TNI Angkatan Laut kembali menerima 37 unit kendaraan tempur amfibi tank BMP-3F buatan Rusia pada akhir Januari. Alutsista tersebut diserahkan secara resmi di Jawa Timur.

Dengan adanya 37 tank tersebut, maka kian memperkuat alutsista serupa yang sudah dibeli tahun 2010 silam. Saat itu TNI AL menerima sebanyak 17 unit, sehingga total kini telah terdapat 54 unit tank BMP-3F.
Menurut situs resmi TNI, pengadaan 37 unit kendaraan tempur amfibi untuk AL tersebut memakan dana senilai lebih dari US$100 juta atau Rp1,1 triliun. (ren)

TNI AL Tangkap 15 Nelayan Asing Pencuri Ikan di Natuna





 Sabtu, 15 November 2014
PEKANBARU - Dua kapal nelayan berbendera Thailand dan Malaysia memasuki perairan Natuna, Kepuluan Riau (Kepri) dua hari lalu. Dua kapal asing beserta belasan awaknya kemudian diamankan oleh personel TNI AL yang sedang patroli menggunakan KRI Sutedi Senaputra-378.
"Radar mendeteksi dua buah kapal nelayan asing yang tengah melakukan pencurian ikan. Mengetahui hal itu, komandan KRI segera memerintahkan dua buah kapal tersebut berhenti," kata Kepala Dinas Penerangan Koarmabar, Letkol Laut Ariris Miftachurrahman dalam siaran persnya, Sabtu (15/11/2014).
Kapal pertama berbendera Malaysia bernama MV KNF 7424. Kapal tersebut berisi sembilan anak buah kapal (ABK), di mana enam di antarnya warga Thailand dan lainnya warga negara Myanmar.
Sementara dari kapal berbendera Thailand, diamankan enam ABK. "Kapal berbedera Thailand bernama MV Kour Son 77. Dua ABKnya warga Thailand, tiga warga Myanmar, dan seorang lagi warga Laos," terangnya.
Dua kapal asing itu, sambungnya, saat ini berada di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Angkatan Laut AS Persenjatai Kapalnya dengan Laser



Angkatan Laut AS Persenjatai Kapalnya dengan Laser
Angkatan Laut AS Persenjatai Kapalnya dengan Laser (Foto: Engadget)
 WASHINGTON – Angkatan laut Amerika Serikat (AS) mengungkapkan telah mempersenjatai kapal laut perangnya dengan persenjataan laser. Hal ini, diungkapkan oleh Laksamana Madya, John Miller bahwa kapal perang jenis amfibi AS telah memasuki era masa depan yang canggih.

Seperti dikutip dari Engadget, Sabtu (15/11/2014), armada perang untuk daerah teritorial laut AS, USS Ponce adalah transportasi amfibi yang telah didukung dengan sistem senjata laser yang sekarang beroperasi di wilayah Teluk Persia, sejak akhir Agustus.

USS Ponce adalah armada yang dipersiapkan untuk melawan kapal besar, bahkan angkatan laut AS mengklaim sebagai senjata ideal untuk bertahan melawan armada kapal perang Iran. Ponce dapat otomatis menjalankan dan mematikan persenjataan laser sendiri, dan akan memberika tanda berkedip untuk menakuti musuh atau menggagalkan sensor mereka.

Kapal transportasi jenis amfibi ini sendiri, dipercaya dapat menghancurkan kekuatan kapal kecil dan temasuk jenis kapal udara drone dengan terlebih dahulu mengacaukan sensor yang ada. Kapal musuh akan langsung dihancurkan, jika peringatan tidak dipedulikan musuh.

Namun sayangnya, angkatan laut Amerika tidak menceritakan dengan jelas mengenai kekuatannya di darat, karena USS Ponce sendiri adalah jenis kapal amfibi. Pihak Amerika hanya menjelaskan, Ponce saat ini sedang diujicoba untuk medan dan kondisi teluk yang tidak stabil.

Kamis, 13 November 2014

Pesawat Rusia Dicegat Jet Tempur Belanda di Atas Laut Baltik

  Jumat, 14 November 2014 | 10:40 WIB

Sebuah jet temur AS, F-15, terbang dekat sebuah pesawat pembom Rusia

AMSTERDAM, KOMPAS.COM — Dua jet tempur F-16 Belanda, yang merupakan bagian dari pasukan NATO yang berpatroli di langit negara-negara Baltik, mencegat sebuah pesawat angkut Rusia jenis Ilyushin yang terbang di dekat wilayah udara Estonia dan Lituania. Demikian kata pihak Belanda, Kamis (13/11/2014).

Setelah pencegatan, yang terjadi Rabu malam lalu itu, pesawat Ilyushin tersebut terbang ke arah kota Kaliningrad, Rusia, kata kementerian pertahanan Belanda dalam sebuah pernyataan. Kota Kaliningrad terjepit di antara Polandia dan Lituania, keduanya anggota NATO seperti dua negara Baltik lainnya, Estonia dan Latvia.

Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat Ilyushin terbang di wilayah udara internasional, tetapi dicegat ketika mendekati wilayah udara kedua negara itu tanpa mengajukan rencana penerbangan terlebih dahulu. Dikatakan bahwa pesawat itu tidak masuk ke wilayah udara mereka sebagaimana telah dikatakan pernyataan kementerian itu sebelumnya.

Bulan lalu, NATO mengatakan bahwa pihaknya telah mencegat lebih dari 100 pesawat Rusia tahun ini. Jumlah itu mencapai tiga kali lebih banyak dari tahun 2013. Perkembangan tersebut terjadi di tengah ketengangan yang meningkat tajam antara Barat dan Moskwa terkait krisis Ukraina.

Aliansi militer Barat itu baru-baru ini melaporkan peningkatan aktivitas militer Rusia di langit di atas Laut Baltik. Norwegia menerbangkan sejumlah jet tempur F-16 untuk melacak empat pesawat pengebom Rusia bulan lalu.

Rusia juga meningkatkan penerbangan militernya di dekat pantai AS dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu telah memicu peringatan keras Washington terhadap Moskwa untuk mematuhi hukum internasional.

Pada awal September, sejumlah pesawat pengebom strategis Rusia di dekat Kanada mempraktikkan serangan rudal jelajah ke Amerika Serikat, walau mereka berada di luar zona pertahanan udara Kanada. "Walau kami menyadari kebutuhan akan kegiatan latihan rutin militer, kami telah melihat peningkatan jumlah penerbangan semacam ini di dekat Amerika Utara dalam beberapa bulan terakhir," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, kepada wartawan, Kamis.

Presiden Vladimir Putin telah berkomitmen untuk menghidupkan kembali angkatan bersenjata Rusia, yang sempat berantakan oleh masalah ekonomi yang diikuti runtuhnya Uni Soviet. Namun, dia menyangkal akan ada serangan terhadap NATO.

Anggota aliansi NATO pimpinan AS telah meningkatkan kewaspadaan sejak krisis meletus di Ukraina awal tahun ini.

Para menteri pertahanan Inggris, tiga negara Baltik, dan empat negara Nordik, yaitu anggota NATO, Norwegia dan Denmark, serta dua negara netral, Finlandia dan Swedia, setuju pada Kamis untuk meningkatkan kerja sama intelijen dan pelatihan angkatan udara demi menghadapi peningkatan aktivitas Moskwa di Eropa Utara.

Selasa, 28 Oktober 2014

Sukhoi Kembali Paksa Pesawat Asing Mendarat

|ant - 
Sukhoi Kembali Paksa Pesawat Asing Mendarat
Sukhoi Kembali Paksa Pesawat Asing Mendarat di Lanud Supadio (Foto: Okezone)

PONTIANAK - TNI Angkatan Udara kembali menggagalkan masuknya pesawat asing ke wilayah Indonesia. Kali pesawat ini pesawat asing komersial jenis Cessna tanpa izin masuk wilayah Indonesia sekira pukul 13.30 WIB.
Komandan Pangkalan Udara Supadio Pontianak Kolonel (Penerbang) Tedi Rizalihadi, mengatakan, telah melakukan pendaratan paksa terhadap pesawat asing dari rute Sibu (Sarawak, Malaysia) menuju Singapura dengan menurunkan pesawat tempur jenis Sukhoi dari Lanud Batam.
Pesawat tersebut tertangkap oleh radar masuk wilayah Indonesia sekira pukul 11.00 WIB.
"Kemudian kami mendapat informasi dari Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), yang menyatakan ada pesawat asing melintas di wilayah NKRI dari rute Sibu (Sarawak, Malaysia) menuju Singapura," ungkapnya.
Pesawat tersebut tertangkap radar dengan kecepatan 200 knots. Selain itu, juga kebetulan ada pesawat Hawk yang sedang melakukan patroli rajawali tetapi berselisih, sehingga yang melakukan pemotongan atau pengejaran pesawat Sukhoi dari Lanud Batam.
"Setelah mereka (pilot pesawat) tersebut menyadari tidak memiliki izin terbang di Indonesia, maka mereka dipaksa untuk mengarahkan ke Lanud Supadio. Saat ini kami sedang mendalami dan melakukan pemeriksaan terhadap satu pilot, copilot dan satu penumpang yang dicurigai menggunakan atribut militer itu," ungkapnya.
Sebelumnya, TNI AU memaksa pesawat asing Beechcraft yang melintas wilayah Indonesia untuk mendarat di Lanud Samratulangi. Pesawat yang dipiloti oleh Jacklin Grame Paul dan kopilot Maclean Richard Wayne itu mengudara dari Darwin, Australia, menuju Cebu, Filipina.
(crl)

Rabu, 27 Agustus 2014

THE JUPITERS AKAN TAMPIL PADA INDEPENDENCE DAY RUN DI MONAS

 
Tim aerobatik kebanggan TNI Angkatan Udara Jupiters Aerobatic Team (JAT) yang lebih dikenal dengan “The Jupiters” akan tampil pada event Independence Day Run yang rencananya akan di lepas oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Monas, Minggu 31 Agustus mendatang. 



Mulai besok 28-30 Agustus jam 09.00 wib.  The Jupiters akan melakukan latihan di sekitar Monas untuk pengenalan medan dan menyesuaikan kondisi terhadap gedung-gedung tinggi di sekitarnya, sedangkan pelaksanaannya pada Minggu (31/8). 

The Jupiters menggunakan pesawat KT-1 Woong Bee buatan Korea Selatan, sehari-hari digunakan para instruktur penerbang TNI AU untuk melatih siswa penerbang di Skadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta. 

The Jupiters yang di pimpin oleh flight leader (Jupiter 1) Letkol Pnb Feri Yunaldi sedikitnya akan melakukan 15 manuver aerobatik yang serasi, menarik bahkan menegangkan selama sekitar 20 menit. Sedangkan Right Wing (Jupiter 2) Kapten Pnb Idham Satria, Wing Left (Jupiter 3) Kapten Pnb Apri Arfianto, Slot (Jupiter 4) Mayor Pnb Ari Susiono, Lead Synchro (Jupiter 5) Mayor Pnb Sri Raharjo dan Synchro (Jupiter 6) Mayor Pnb H.S Romas. 
Pada setiap penampilan The Jupiters menyiapkan dua bentuk manuver sebagai alternatif, yaitu Hight Show apabila kondisi cuaca baik dan memungkinkan untuk manuver formasi aerobatik secara vertikal seperti manuver Jupiter Roll, Loop, Clover Leaf, Vulcan & Leader Benefit, Loop & Break Off, Tanggo to Diamond Loop, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Solo Spin, Five Card Loop, Jupiter Roll Back dan Loop and Boom Burst. 
Sedangkan manuver Low Show dilaksanakan apabila base cloud rendah sehingga tidak memungkinkan melaksanakan vertikal manuver, sehingga manuver yang akan dilaksanakan meliputi Jupiter Roll, Hi “G” Turn, Vulcan & Leader Benefit Pass, Break Off, Jupiter Wheel,  Tanggo to Diamond Pass, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Knife Edge, Five Card Pass, Jupiter Roll Back dan Boom Burst. 
The Jupiters selain tampil pada event nasional, juga tampil go internasional pada 100 tahun penerbangan Thailand pada 2012, Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2013 (LIMA’13) Februari 2013, “The 4th Brunei Darussalam International Defence Exhibition” (BRIDEX 2013) Desember 2013 dan Singapore Air Show Februari 2014 yang merupakan perhelatan kedirgantaraan terbesar di Asia Tenggara. Direncanakan The Jupiters akan tampil kembali pada Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA’15) Februari 2015.

TNI AU KERAHKAN BOEING B-737 DAN CN-295 CARI WNA YANG HILANG DI PERAIRAN NTB

 Pentak Lanud Rba - 28/08/2014
Add caption
TNI AU dalam hal ini Lanud Rembiga dibawah kendali Koopsau II mengerahkan pesawat intai strategis Boeing B-737 dari Skadron Udara 5 Makassar serta Pesawat CN-295 dari Skadron Udara 2 untuk melakukan penyisiran dan pencarian korban Kapal wisata Versace Amara yang diduga tenggelam setelah menabrak karang‎ di perairan pulau Sangeang, Kec Wera, Kab Bima, NTB. Kapal yang membawa 20 turis asing dan 5 awak kapal itu tenggelam pada hari sabtu 16 Agustus yang lalu sekitar pukul 20.00 WITA (27/8).
Sebagaimana konteks Lanud Rembiga sebagai pangkalan aju operasi, Komandan Lanud Rembiga Letkol Pnb Ardi Syahri, ST.,MM.,MMA beserta seluruh personel Lanud Rembiga siap mendukung dan membantu proses pencarian dua warga Negara spanyol korban kapal tenggelam di perairan pulau Sangeang, Kec Wera Kab. Bima NTB yang hingga kini masih belum diketemukan.
Pencarian sebelumnya telah menyisir sektor utara sampai 100 mil dari bima hingga ke pulau tengah kemudian kembali ke selatan menyusuri pantai utara ke pulau sangeang api hingga gili banta sampai pulau kelapa.
Di pencarian hari kedua Pesawat CN-295 tail number A-2907 dari Skadron 2 dengan Captain Pilot Mayor Pnb Dhian dan Copilot Kapten Pnb Anto bersama 6 crew menyisir wilayah pantai selatan bima hingga ke tambolaka hinnga ke pantai timur lalu kembali ke pulau sangeang dan terbang sekitar 2 jam pencarian dengan menggunakan metode low level, dan terbang di ketinggian 2000 ft sampai dengan 1000 ft diatas laut untuk visual contact dengan sasaran. Turut serta dalam pencarian menggunakan pesawat CN 295 Kabasarnas Marsdya TNI FH Bambang Soelistyo, S.Sos dan Deputy Operasi Basarnas Brigjend TNI Tatang Zaenudin.
Pesawat Boeing B-737 dari Skadron Udara 5 Makassar juga turut terlibat dalam pencarian dan penyisiran di perairan sangeang, dengan Captain Pilot Mayor Pnb dan Copilot Lettu Pnb Muslih.
Danlanud Rembiga Letkol Pnb Adi Syahri, ST.,MM.,MMA menjelaskan Keterlibatan TNI AU dalam hal ini Koopsau II dan Lanud Rembiga khususnya sebagai Pangkalan Aju Operasi dalam mendukung pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI mutlak diperlukan sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Selain itu hal ini juga didasari oleh semangat jiwa kita untuk ingin bersatu padu menyelesaikan persoalan kesulitan manusia dalam memberikan perlindungan, pertolongan dan penyelamatan warga bangsa, khususnya para korban kecelakaan pelayaran, penerbangan dan di lokasi-lokasi ekstrim lainnya.