Z-2 adalah pemenang dari ajang perlombaan mendesain baju astronot NASA
VIVAnews - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, memperkenalkan seragam prototipe teranyar bagi astronotnya. Pakaian yang diberi nama Z-2 ini diberi sentuhan teknologi 3D. Direncanakan, Z-2 akan digunakan saat pergi ke Mars.
Dilansir BBC, Jumat 2 Mei 2014, Z-2 berbeda dengan terdahulunya Z-1 yang cenderung mirip dengan karakter film kartun Toy Story, Buzz Lightyear, ketika dirilis tahun 2012.
Baju astronot kali ini terlihat eye-catching, dengan balutan patch dan luminescent yang melekat di pakaian tersebut yang dapat memancarkan cahaya. Laser scan 3D yang melekat di dalamnya akan menyesuaikan astronotnya dengan sempurna.
"Dengan badan laser ini difokuskan dapat bekerja dengan optimal ketika astronot di Mars yang akan tinggal satu hari di sana," kata NASA.
Desain ini merupakan pemenang dari ajang perlombaan dalam mendesain baju astronot yang disponsori langsung oleh NASA. Dalam kontes tersebut Z-1 mengungguli dua kontes lainnya dengan perolehan dukungan publik sekitar 200.000 orang.
Z-2 akan melewati uji kelayakan terlebih dahulu di Johnson Space Center di Houston, Amerika Serikat, untuk menentukan kinerjanya saat berada di gravitasi nol.
Daily News melansir, pihak NASA berharap proyek ini dapat dikenakan astronot di Mars pada tahun 2030. (adi)
VIVAnews - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, memperkenalkan seragam prototipe teranyar bagi astronotnya. Pakaian yang diberi nama Z-2 ini diberi sentuhan teknologi 3D. Direncanakan, Z-2 akan digunakan saat pergi ke Mars.
Dilansir BBC, Jumat 2 Mei 2014, Z-2 berbeda dengan terdahulunya Z-1 yang cenderung mirip dengan karakter film kartun Toy Story, Buzz Lightyear, ketika dirilis tahun 2012.
Baju astronot kali ini terlihat eye-catching, dengan balutan patch dan luminescent yang melekat di pakaian tersebut yang dapat memancarkan cahaya. Laser scan 3D yang melekat di dalamnya akan menyesuaikan astronotnya dengan sempurna.
"Dengan badan laser ini difokuskan dapat bekerja dengan optimal ketika astronot di Mars yang akan tinggal satu hari di sana," kata NASA.
Desain ini merupakan pemenang dari ajang perlombaan dalam mendesain baju astronot yang disponsori langsung oleh NASA. Dalam kontes tersebut Z-1 mengungguli dua kontes lainnya dengan perolehan dukungan publik sekitar 200.000 orang.
Z-2 akan melewati uji kelayakan terlebih dahulu di Johnson Space Center di Houston, Amerika Serikat, untuk menentukan kinerjanya saat berada di gravitasi nol.
Daily News melansir, pihak NASA berharap proyek ini dapat dikenakan astronot di Mars pada tahun 2030. (adi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar